Goa Gong – Pacitan

Begitu memasuki perbatasan kota Pacitan kita akan disambut dengan tulisan “Pacitan kota 1001 goa”. Rasanya semboyan ini tidaklah terlalu berlebihan, karena banyak wisata goa di kota pacitan ini. Salah satu yang sudah sangat terkenal adalah Goa Gong.

Goa Gong ini terletak di desa Bomo Kecamatan Punung, Pacitan. Sebenarnya sangat mudah untuk mencapai tempat ini karena satu jalan dengan pantai Klayar. Dari Pacitan kota kita tinggal jalan saja ke arah Solo (Raya Pacitan-Solo) sekitar 16 km sampai menemukan jalan  punung goa gong di sebelah kiri (acuannya sebelum SPBU), karena Goa Gong ini cukup terkenal jadi jangan kuatir tersesat, petunjuk jalannya cukup banyak.

Konon Goa Gong Pacitan ini adalah Goa Terindah se Asia Tenggara, bisa jadi benar karena pengelolaan Goa Gong ini rasanya cukup Profesional. Untuk masuk ke sini kita cukup membayar 10rb / orang dan parkir mobil 5rb. Disepanjang jalan masuk kita akan ditawari persewaan lampu senter seharga 5 rb/lampu dan guide seikhlasnya. Untuk menuju mulut Goa kita harus melalui pasar oleh-oleh yang menjual kaos, baju, camilan, makanan, souvenir bahkan jasa foto.

Goa Gong pacitan

Jalan masuk ke goa gong dan mulut goa

Jangan dibayangkan masuk ke dalam Goa Gong ini menakutkan karena didalam kita bisa menikmati permainan lampu LED warna warni yang sangat indah. Lantainya pun sudah cukup tertata rapi dengan anak tangga berupa plesteran dan pegangan tangga yang sudah terbuat dari stainless steel. Dibeberapa titik terdapat blower kipas angin besar yang membantu sirkulasi udara agar pengunjung tidak terlalu panas. Sekali lagi saya merasa beruntung datang saat low season, karena didalam goa tidak terlalu berjubel pengunjung sehingga meski didalam hawa cukup pengap dan panas tetapi keringat tidak sampai menetes. Untuk foto pun kita masih bisa private dan tidak saling mengganggu antar pengunjung.

goa gong pacitan

Keindahan pemandangan didalam Goa Gong

Konon panjang Goa Gong ini mencapai 250 meter-an lebih dengan stalaktit yang sampai sekarang masih terus tumbuh. Hal ini bisa dilihat dengan masih menetes dan mengalirnya air dari atas atap dibeberapa titik.

Dari mulut goa kita akan masuk dan turun kebawah berliku-liku mengikuti struktur goa yang asli. Kadang dibeberapa sudut kita harus menunduk untuk kemudian masuk ke ruangan goa yang sangat luas. Dibeberapa titik terdapat semacam kolam air alami yang menampung tetesan air dari atas atap.

goa gong warna warni

Warna Warni sorot lampu didalam Goa

Sampai di sudut paling bawah nanti kita akan memutar naik ke atas kembali melalui jalur yang berbeda. Nah saat naik itu kita akan menemukan stalaktit besar dan tinggi yang apabila dipukul dengan tangan akan menimbulkan efek bunyi seperti gong (alat musik gamelan/jawa). Dititik ini ada yang menawarkan jasa foto langsung jadi, foto bersama gong raksasa hehehe.

stalaktit gong di goa gong pacitan

Stalaktit inilah gongnya

Saat berada di pintu keluar terasa sekali perbedaan hawa didalam dan diluar 😀 begitu keluar rasanya dingin dan segar. Bagi yang kepanasan dan kehausan jangan kuatir karena disamping pintu goa persis ada kios yang menjual berbagai macam minuman.

Saat berjalan pulang kita kembali harus melalui pasar oleh-oleh dan kios menjual batu akik. Bagi yang mau membeli souvenir dan oleh-oleh bisa memanfaatkan pasar ini.

Btw saya ke goa gong ini setelah dari Pantai Banyu Tibo sebelum pulang ke Pacitan kota.

Follow Instagram kami di RodadanRoti

brosur wp

Agoda

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s