Ipoh – Malaysia

Apa ada yang pernah punya masalah yang sama dengan saya? Setiap kali Air Asia ada free seat saya selalu tergoda untuk membelinya, apalagi untuk rute Surabaya – Kuala Lumpur ini udah beberapa kali dianak-tirikan alias tidak di free seat-kan.

Tapi setelah beli tiketnya trus ngapain? masa di Kuala Lumpur aja? Padahal rasanya hampir semua tujuan wisata di sekitaran Kuala Lumpur udah pernah kami datangi.

Akhirnya diputuskan untuk jalan ke Ipoh saja, karena untuk lanjut ke Penang rasanya terlalu jauh dan secara tempat wisata bisa dibilang Penang dan Ipoh hampir sama (menurut saya lho ya). Ada apa aja sih di Ipoh ini? yuk ikutin cerita saya secara lengkap.

Untuk pergi ke Ipoh itu cukup mudah, ada dua cara yang lasim digunakan yaitu naik bus KLIA2-Terminal Ipoh Amanjaya  atau kereta api dengan rute KLIA2-KL Sentral by bus dan dilanjut KL Sentral-Ipoh by train.

Dari segi harga dan waktu hampir sama sih (menurut saya lho ya) sehingga akhirnya kami putuskan ke Ipoh menggunakan opsi pertama naik bus KLIA2 – Terminal Amanjaya Ipoh saja langsung, toh kami tidak ada keperluan ke Kuala Lumpur.

Untuk tiket bus KLIA2 – Ipoh Amanjaya juga ada dua opsi yaitu beli online atau go show. Saya memilih beli go show saja karena jadwal bus ada yang selisih 1,5 jam dan ada yang selisih 2,5 jam dari kedatangan sehingga saya berharap bisa nutut keluar imigrasi dan langsung naik bus. Tapi ternyata sampai di loket yang ada hanya bus yang selisih 2,5 jam. Oke lah santai dulu sambil makan di NZ Curry. Sekedar info, untuk tiket go show seharga 45 RM/orang dan tiket online 44 RM/orang.

Pukul 11 tepat si Tayo eh si Lani udah tiba di titik tunggu. Setelah memasukkan koper ke bagasi kami langsung naik ke dalam bus. Bus antar kota di Malaysia ini bisa dibilang cukup nyaman karena kursinya 1-2 artinya di kiri 1 kursi dan di kanan 2 kursi dengan fasilitas ada sandaran kaki juga.

Bus Yoyo KLIA2-Ipoh Amanjaya

Pukul 15 kami udah tiba di terminal Ipoh Amanjaya. Sebelum keluar terminal kami membeli tiket bus jurusan Tanah Rata Cameron Highland untuk 2 hari kedepan. Untuk ke Cameron Highland cari saja loket yang menjual bus Perak Transit. Harga per orang 20 RM. Bila kamu mau kembali ke KL tanya saja di beberapa loket yang ada disana.

Dari Terminal Ipoh Amanjaya menuju ke hotel atau kota ada dua opsi juga naik bus  dan turun di Terminal Medan Kidd seharga 2 RM/orang plus masih geret koper sekitar 500m atau naik Grab seharga 13 RM udah ber-3 dan langsung didepan hotel. Kami sih memilih naik Grab, apalagi saat kami datang hujan deras tengah menguyur Ipoh. Oh ya, jangan lupa untuk beli sim card Malaysia selepas turun pesawat ya. Saya membeli sim card seharga 28 rm dengan kuota 8 GB dan juga ada waktu bicara.

Nah ada yang masih bingung cara pergi ke Ipoh dari Kuala Lumpur? kalo masih bingung gimana cara ke Ipoh bisa komen di bawah ya semoga saya bisa bantu.

Bus Perak Transit jurusan Ipoh Amanjaya – Tanah Rata Cameroon Highland

Hotel yang kami booking bernama Vloft Backpackers Hostel yang letaknya cukup strategis di tengah old town sehingga kemana-mana kami cukup jalan kaki saja.

Nah setelah sampai hotel, apa saja yang bisa kamu lakukan atau kamu nikmati di Ipoh? Wisata Ipoh terbagi dalam 3 grup menurut versi saya:

    1. Wisata kuliner
    2. Wisata sejarah plus mural
    3. Wisata di seputaran pinggiran kota Ipoh

Daripada bingung saya jabarkan satu-satu saja ya, sedangkan urutannya bisa di bolak-balik karena semua saling berdekatan.

1. WISATA KULINER IPOH

Ong Kee Bean Sprouts Chicken Restaurant

Mungkin kalau di terjemahkan dalam bahasa Indonesia versi saya yaitu restoran Ong Kee ayam taoge. Restauran ini sebenarnya menjual nasi ayam hainan seperti yang umum kita ketahui itu, tetapi ditambahi dengan sepiring kecambah/taoge rebus yang sudah di beri siraman saus. Ong Kee Bean Sprouts Chicken Restaurant ini rasanya cukup terkenal dan melegenda, karena dari beberapa review yang ada para turis selalu mampir ke resto ini.

Ayamnya empuk dan rasa bumbunya emang mantap apalagi taogenya yang super besar dan masih segar.  Cuma sayang apa karena saya datang saat hujan ayam yang disajikan rasanya sudah dingin. Untungnya nasi dan taogenya masih cukup panas.

Yang saya herankan, kenapa ayam di Malaysia dan Singapura itu bisa besar besar ya? padahal ayam horen di Indonesia aja ngga sebesar ini.

Lokasinya terletak di perempatan jalan Yau Tet Shin, tapi kalo kamu punya kuota internet cukup ketik Ong Kee Bean Sprouts Chicken Restaurant langsung keluar dah di google map kamu.

Jam buka 10:30 – 18:00 versi google sih cuma sampai pukul 14:00 tapi saya datang pukul 17 lebih masih buka.

Ayam 1/2 ekor plus taoge satu piring, 3 nasi, 2 minum seharga 44 RM

Entahlah kenapa ayam taoge di Ipoh ini begitu terkenalnya.

Penampakan Ong Kee Bean Sprouts Chicken Restaurant

Penampakan ayam di dapur depan

Ayam Hainan 1/2 ekor

Taoge 1 porsi

Restoran Lou Wong Taoge Ayam

Lagi-lagi ayam taoge. Restoran ini tepat berseberangan dengan Ong Kee Bean Sprouts Chicken Restaurant. Meski tidak se famous Ong Kee Restauran tapi Lou Wong ini juga ramai pembelinya. Bahkan restorannya jauh lebih besar.

Secara rasa saya lebih cocok ayam dari Restoran Lou Wong Taoge Ayam ini. Bumbu kuahnya lebih meresap dan lebih mantap, juga saat disajikan masih cukup hangat.

Buka mulai pukul 10:30-22:00 sehingga untuk makan malam masih bisa dilayani. Untuk mencarinya tinggal buka google map dan ketik saja Restoran Lou Wong Tauge Ayam Kuetiau.

Kami makan ayam 1/2 ekor, 1 porsi taoge, 3 nasi dan 3 minum seharga 55 RM

Tampak depan Restoran Lou Wong Tauge Ayam Kuetiau

Ayam masakan Restoran Lou Wong Tauge Ayam Kuetiau 1/2 ekor.

Taoge masakan Restoran Lou Wong Tauge Ayam Kuetiau

Restoran Xin Quan Fang

Nah restoran yang satu ini meski namanya memakai nama chinese tapi jualannya bihun dan kuetiaw kari. Jadi bihun atau kuetiaw di siram kuah kari dengan dicampuri irisan daging ayam babi manis dan babi asin. Rasanya sangat pekat dan berminyak. Restoran Xin Quan Fang ini juga cukup terkenal jadi jangan coba-coba kamu datang terlambat karena begitu kamu datang terlambat maka selain ngga ada tempat, kamu juga harus antri dan antrinya ngga main main hahaha…. kalo lihat antriannya mending saya melipir aja cari makanan lain.

Berhubung Restoran Xin Quan Fang ini cuma sepelemparan batu dari tempat kami bermalam jadinya kami tiba disana pukul 8.30. Itu saja kami akhirnya bergabung dengan meja orang lain yang sendirian karena meja sudah penuh semua.

Restoran Xin Quan Fang ini buka mulai pukul 7:30 hingga 13:00 jadi cocoknya datang ke restoran ini sebagi sarapan.

Berhubung menu cuma tulisan didinding dan yang melayani memakai bahasa mandarin maka tinggal pakai bahasa inggris ala kadarnya untuk memesan 😀 . Kami pesan Kuetiau extra meat seharga 7 RM dan bihun small seharga 5,5 RM.

Penampakan bisa dilihat dibawah ini.

Menu cuma begini aja hehehe ada yang paham?

Kuetiau kari extra meat dengan teh O manis

Bihun kari small

Suasana di Restoran Xin Quan Fang

Nah kalo terlambat datang begini antrinya. Ini masih pagi ya

Nasi Ganja Kedai Kopi Yong Suan

Meski namanya nasi ganja tapi tempat ini ngga jual ganja lho ya 😀 Sebenarnya nama makanan ini adalah nasi kandar. Dinamakan nasi ganja konon karena saking enaknya sehingga yang makan sampai kecanduan.

Nasi Ganja Kedai Kopi Yong Suan ini juga dekat dari hotel kami. Karena udah sarapan di Restoran Xin Quan Fang maka di Nasi Ganja Kedai Kopi Yong Suan ini kami cuma bungkus untuk makan siang nantinya di perjalanan. Satu bungkus nasi ganja seharga 5,5 RM dengan isi ayam goreng merah satu potong besar paha/dada, nasi putih dan setengah potong telur asin masir plus sayur kecipir dan kuah bumbu.

Nasi Ganja Kedai Kopi Yong Suan ini buka mulai pukul 9:00 hingga 18:00 tapi jangan coba-coba datang terlambat karena antrinya bisa lebih gila dari  Restoran Xin Quan Fang. Ada beberapa tempat yang juga menjual nasi kandar tapi tidak se famous restoran Yong Suan ini.

Jangan terkecoh sepi ya. Ini nasi ganja Yong Suan saat masih baru buka

Ini suasana didalam restoran

Berbagai macam lauk yang di sajikan

Daftar harga

Restoran Haji Yahya

Nah bagi kamu yang bingung cari makanan halal di Ipoh bisa datang ke restoran Haji Yahya ini. Buka mulai pagi pukul 7:30 hingga 18:00. Sebenarnya restoran ini ngga terkenal, cuma karena rasanya susah cari makanan halal maka saya selipkan juga di cerita saya.

Cara pesannya, kamu tinggal ambil piring sendiri kemudian ambil nasi sepuasnya dan pilihlah lauk yang kamu kehendaki. Setelah duduk nanti ada pramusaji yang akan mendata dan menulis berapa harga makanan kamu, nah kamu tinggal kasih kertas itu ke kasir. Tapi sebaiknya kamu hitung ulang ya karena bisa jadi si pramusaji salah hitung.

Selain karena halal, restoran ini cukup murah menurut ukuran kantong saya. Harga bisa dilihat di foto dibawah ya. Restauran halal lainnya bisa kamu coba disebelah Haji Yahya ini, tapi restaurannya lebih kecil.

Untuk lokasi tinggal ketik saja di google map karena semua restauran ini ngga lebih dari 500 meter jaraknya satu sama lain.

Daftar menu dan harga

Restauran Haji Yahya

Yee Thye Cake House & Confectionery

Toko yang satu ini ngga boleh kamu lewatkan karena disini kamu bsa membeli aneka macam bentuk oleh-oleh buat yang ada di rumah. Di Ipoh terkenal sekali dengan White Coffeenya, jadi kamu bisa membelikan oleh-oleh white coffee untuk orang rumah. Selain itu mereka juga menjual aneka kue kue resep kuno seperti pia madu, pia telur asin biji teratai dan lain-lain. Kue-kue ini ngga halal ya karena saya mencium aroma minyak babi yang harum di kue pianya. Bila ngga beli pun kamu tetap bisa mencicipi tester kue-kue yang dijual disana.

Toko kue Yee Thye ini juga berjarak satu blok dari ayam taoge Lou Wong. Penampakannya bisa dilihat di foto dibawah.

Penampakan Yee Thye Cake House & Confectionery

Pia madu Yee Thye Cake House & Confectionery

Pia madu saat masih belum di kemas

Old Town White Coffee

Nah jangan sampai ngga mampir karena disinilah asal muasal Old Town White Coffee yang terkenal itu. Sekarang cabang Old Town White Coffee udah banyak bahkan ada di Indonesia juga.

Old Town White Coffee ini terletak di dekat pengadilan tinggi. Agak jauh sih dari pusat kota, tapi tetap bisa jalan kaki kok. Tapi kalo kamu naik kereta api sebaiknya mampir kesini dulu sebelum masuk ke kota karena dekat dengan stasiun kereta api Ipoh.

Old Town White Coffee buka mulai pagi pukul 8 hingga tengah malam.  Disana menjual berbagai makanan ringan hingga berat. Tapi kalo kamu mau dapat Happy Savers alias ngopi murah sebaiknya datang pukul 15-18 karena pada waktu itu saat kamu memesan roti kamu tinggal menambah 1.09 RM untuk coffee nya.

Beruntunglah kami datang pukul 17 an, karena suasana udah ngga rame, ngga antri tapi menu Happy Savers masih bisa dipesan padahal kami ngga ada rencana lho.

Jangan lupa untuk mencicipi kaya butter toastnya yaaa mantapp!!!

Salah satu menu Happy Savers di Old Town White Coffee

Kaya Butter Toast plus Cold White Coffee

Suasana di Old Town White Coffee

Ayam Garam Aun Kheng Lim

Ayam Garam Aun Kheng Lim ini juga sangat terkenal, sayang kami tidak sempat mencoba karena disana hanya bisa bawa pulang dan tidak bisa makan ditempat. Aneh ya? padahal kalo bisa dimakan disana pasti lebih ramai.

Kedai Kopi Nam Heong

Bila di Old Town White Coffee ramai kamu bisa mampir ke kedai kopi Nam Heong ini. Menurut beberapa orang kedai kopi ini juga cukup terkenal dan enak. Selain itu makanan disana cukup bervariasi. Kami tidak kesini ya sehingga tidak bisa bercerita.

Roti Goyang Ah Ying

Roti Goyang Ah Ying ini sebenarnya cuma sebuah kedai kecil semacam toko PKL di semacam food court di bawah Birch Memorial Clock Tower. Tapi saat kami kesana pukul 17 depotnya udah siap-siap tutup, padahal menurut google bukanya pukul 6-18. Jadinya kami ngga sempat mencicipi.

Kalo diliat dari ceritanya sih roti panggang dengan telur 1/2 matang diletakkan diatasnya.

Eh ada yang mirip juga di sebelahnya, namanya roti goyang a yong hahaha entah mana yang asli.

Loong Kee Ipoh Dried Meat

Loong Kee ini menjual dendeng ala dendeng Singapore seperti Bee Cheng Hiang kalo kamu tau. Rasanya juga mirip-mirip sih.

Concubine Lane Ipoh

Ini adalah jalan atau gang paling terkenal di Ipoh, jadi jangan sampai kamu ngga kesini. Gangnya kecil banget, paling hanya sekitar 3 meter saja lebarnya tapi ramainya luar biasa. Disini kamu dapat melihat berbagai macam pedagang yang menjajakan dagangannya mulai dari asesoris seperti kalung, gelang, anting atau gantungan kunci juga banyak yang menjual makanan-makanan unik seperti kacang, es krim, arumanis, cafe, toko oleh-oleh dan es cendol.

Buka sekitar pukul 9:30 hingga sore pukul 18:00. Sebenarnya di Concubine Lane ini ngga ada yang istimewa, cuma unik saja menurut saya karena satu gang di kota lama dengan berbagai macam barang dijual disini. Concubine Lane ini terletak di jalan Lorong Panglima.

Tempat ini juga cukup instagramable lho, jadi bagi kamu yang suka foto-fotoan bisa juga foto di depan beberapa dekorasi toko yang unik yang ada di Concubine Lane.

Concubine Lane – Lorong Panglima

Beberapa jajanan dan lorong panglima dari sisi belakang

Plan B

Selain Concubine Lane salah satu lokasi unik lainnya adalah Plan B. Awalnya saya ngga paham dengan cerita teman yang ke Plan B. Saya pikir setelah gagal plan A dia menggunakan Plan B untuk jalan ke Ipoh wkwkwkwk. Ternyata nama tempatnya emang Plan B. Gila ngga

Plan B ini cafe dengan model modern minimalis di gedung tua, dekorasinya model kawat ayam di cat hitam dengan dinding kaca. Tetapi di sampingnya banyak pohon-pohon tua bersulur. Menurut kantong saya sih harganya diatas rata-rata. Cuma tempatnya lumayan instagramable juga.

Sayang saya ngga foto cafe-cafe di Plan B yah.

Beberapa titik foto di Plan B

Selain restoran-restoran yang sudah saya ulas sebenarnya masih banyak lagi toko-toko makanan dan kue-kue sepanjang jalan di old town Ipoh ini. Biasanya mereka menjual pia, egg taart, puff dan lain-lain.

Rasanya semua kuliner yang ada di Ipoh ini udah saya ulas, semoga ngga ada yang tertinggal. Btw kalo ada yang tertinggal bisa kamu sampaikan di komen dibawah ya.

Diluar kuliner, Ipoh ini masih menyimpan banyak destinasi. Terutama yang ada di seputaran old town ini, yaitu wisata bangunan tua dan wisata seni mural.

2. WISATA SEJARAH DAN SENI MURAL

Mural Art’s Lane

Nah ini pusatnya mural arts di Ipoh. Seperti yang saya sampaikan di atas, kalo ternyata mural itu betebaran diseluruh kota lama. Tapi yang terbanyak ada di Mural Arts Lane ini. Letaknya di Jalan Masjid. Dari ujung sampai ujung banyak mural terlukis di dinding rumah.

Jadi jalan Masjid ini adalah punggung dari deretan rumah, sehingga sepanjang jalan ini tidak ada pagar rumah, tapi yang ada justru tembok-tembok tinggi. Sayang sudah banyak mural yang mulai rusak sehingga sudah tidak bisa terlihat bagus saat di foto.

Beberapa mural di Mural Arts Lane

Ini jalan Masjid tempat Mural Arts

View this post on Instagram

Mural arts lane Ipoh. #ipoh #ipohstreet #lorongpanglima #muralart #mural #muralipoh #malaysia #concubinelane #muralartlane #ipohmural #ipohmuralart #holiday #vacation #travel #traveling #travelgram #igtravel #ig_travel #artofvisuals #art #arroundtheworld #travelblog #travelblogger #photooftheday #bestpic #travelgram #travelingram #PhotoStory #photography #phototravel #travelphotography

A post shared by Roda dan Roti Travel Blog (@rodadanroti) on

Concubine Lane Ipoh / Lorong Panglima

Sebenarnya bukan di Concubine lane-nya. Disini cuma ada satu saja, tapi di ujung gangnya ada beberapa mural yang masih cukup bagus dan layak foto. Jadi untuk mendapatkan mural arts ini kita harus mempunyai keberuntungan dan pandai-pandai mencari. Beberapa mural arts kami temukan secara tidak sengaja karena pas lewat didepannya.

Beberapa Mural Art yang berhasil kami temukan diseputaran Concubine Lane

Beberapa Mural Art yang berhasil kami temukan diseputaran Concubine Lane

Ipoh Mural – A Yellow Hummingbird

Ini nama di Google maps nya, disini kamu bisa berfoto dengan lukisan burung yang sedang terbang. Letaknya di dekat Plan B jalan Panglima.

Ipoh Mural – A Yellow Hummingbird

Ipoh Mural – An Old Uncle Drinking Coffee

Lokasi si uncle ini tepat di dinding samping Old Town White Coffee. Jadi abis minum kopi jangan ngacir ya tapi belok ke kiri untuk foto dengan si uncle.

Ipoh Mural – An Old Uncle Drinking Coffee

Nah silahkan di cari sendiri ya, semoga beruntung dan mendapat mural yang lebih banyak dari saya. Untuk selanjutnya saya akan menceritakan wisata museum dan bangunan bersejarah.

Birch Memorial Clock Tower

Ini letaknya dekat dengan stasiun kereta. Di bawah Birch Memorial Clock Tower ini ada sederet depot PKL tempat roti goyang Ah Ying berada seperti yang saya ceritakan diatas.

Jadi Birch Memorial Clock Tower ini memang sengaja dibuat menjadi persegi empat dengan dihiasi ilustrasi perkembangan manusia. Dibuka pada tahun 1909 dengan biaya $25.000. Dibangun oleh pihak Inggris untuk mengenang J.W.W. Birch seorang residen Inggris pertama di Perak.

Menara ini mempunya 1 lonceng besar dan 4 lonceng kecil. Diatas tower juga ada patung terakota yang melambangkan ketaatan, keadilan, kesabaran dan ketabahan. Selain itu juga terdapat lukisan 44 tokoh dalam sejarah dunia.

Sejarah Birch Memorial Clock Tower

Tampak dibelakang tower deretan PKL makanan didalam bangunan

Sebelum naik ke tower ini coba diperhatikan saat naik tangga. Kamu pasti berdiri di sebuat tulisan logo Ipoh yang sangat besar. Jadi jangan sampai keluputan foto yah.

Ipoh Jejak Warisan. Persis dibawah tangga menuju Clock Tower

Dewan Bandaran Ipoh

Kalo dalam bahasa Indonesia artinya Balai Kota atau City Hall dalam bahasa Inggrisnya. Letaknya persis didepan Stasiun kereta api Ipoh. Bangunan ini cukup bersejarah karena dibangun pada tahun 1914 oleh pemerintahan kolonial.

Dewan Bandaran Ipoh ini bisa sekalian di kunjungi saat ke Birch Clock Tower karena masih sewilayah.

Dewan Bandaran Ipoh

Memorial War Ipoh

Nah kalo ini bahasa Indonesianya Tugu Pahlawan hehehe… Lokasinya persis didepan Dewan Bandaran. Tapi tugunya jangan dibayangkan seperti Tugu Pahlawan di Surabaya atau Monas ya. Tugunya cuma kecilll banget. Bisa dilihat dibawah foto penampakannya.

Memorial War Ipoh tampak dibelakang adalah stasiun kereta api

Ho Yan Hor Museum

Kalo ini museum yang unik. Jadi museum ini sebenarnya dulunya rumah tukang teh. Disini Ho Kai Cheong, seorang dokter lulusan Tiongkok berhasil  meracik teh herbalnya pada tahun 1941.

Teh herbal itu dinamai Ho Yan Hor. Dengan teh herbalnya ini Ho Kai Cheong berhasil menyembuhkan orang di sekitar Ipoh dari penyakit flu, masuk angin dan panas. Pasca perang dunia II, teh Ho Yan Hor ini sangat terkenal sebagai alternatif pengobatan untuk flu.

Hingga saat ini Teh Herbal Ho Yan Hor sudah diproduksi secara modern.

Di Museum ini kita bisa melihat peninggalan alat-alat Ho Kai Cheong dalam meracik teh herbalnya secara tradisional di dapur. Dapurnya hingga kini masih di rawat secara baik sehingga kita bisa melihat bagaimana pada jaman tahun 1940 an Ho Kai Cheong berada di dapur untuk meracik teh herbalnya.

Di lantai dua kita dapat melihat meja kerja beliau, juga foto-foto dokumentasi dan rombong beserta sepeda beliau. Nah bagi kamu yang mau naik ke lantai dua ini sebaiknya berjalan satu-satu dan perlahan karena tangga dan lantai rumah ini hanya terbuat dari kayu dan sudah berusia ratusan tahun.

Uniknya setelah turun kita dapat berfoto dengan mural kedai teh Ho Yan Hor ini dan jangan lupa untuk mencicipi tiga macam teh yang ada. Disini kamu dapat membeli tiga jenis teh tersebut. Tapi kalau tidak mau juga tidak dipaksa kok.

Buka pukul 10:00 – 16:00 kecuali senin tutup. Masuk gratis plus mencicipi teh secara gratis pula.

Tampak depan Museum dan dapur Ho Yan Hor

Lantai dua museum Ho Yan Hor

Mencicipi tiga macam teh Ho Yan Hor

Han Chin Pet Soo Museum

Letaknya persis di sebelah Ho Yan Hor. Tempat ini adalah museum penambang timah orang Hakka. Untuk masuk sini sih bilangnya gratis, tapi tetap ada sumbangan wajib sebesar 10RM 😀 nah dipikir sendiri ya hehehe.

Jam bukanya pukul 10 tapi hingga kami keluar dari Ho Yan Hor tempat ini masih tertutup rapat. Ada sih tulisan bagi penunjung untuk menekan bel agar bisa masuk, tapi sebelum kami masuk ke Yo Yan Hor kami sudah bel dan petugas yang keluar tampak tidak senang kami membunyikan bel. Seorang wanita tua mengintip dan menjawab dalam bahasa mandarin yang kalo dari mimiknya kami disuruh untuk menunggu.

Ya sudahlah mungkin hari ini penjaga sedang tidak minat untuk buka karena hanya kami sendiri yang datang. Kami akhirnya foto didepannya saja.

Tampak depan Han Chin Pet Soo Museum. Biru kiri adalah Ho Yan Hor

Gerbang Malam

Gerbang malam ini bisa dibilang pasar malam ya kali. Jadi bukanya hanya malam hari saja di tengah jalan. Lokasinya sama saja di seputaran ayam taoge.

Jadi kalo malam jalanan di tutup dan disana dibuka lapak-lapak ala PKL. Masalahnya yang dijual disana ngga menarik 😀 saya lihat cuma ikat pinggang, asesoris ponsel, peralatan rumah tangga seperti lap, aneka asesoris plastik dll. Bukan barang untuk turis.

Gerbang malam saat siang

Nah gimana? udah ada bayangan kalo ke Ipoh Old Town itu isinya apa saja atau apa saja yang bakal di kunjungi? Untuk wilayah pinggir kota akan saya ceritakan di lain postingan ya karena kalo saya ceritakan disini bisa panjang banget nantinya dan kamu yang baca bakal bosan hehehe.

Jangan lupa follow IG Roda Dan Roti ya. Juga ditunggu komen kamu dibawah ini.

 

klik for info

Klik for info

klik for info

Klik for info

Klik for info

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *