Bhakti Alam, Nongkojajar – Pasuruan

Sudah lama saya mendengar tentang Bhakti Alam ini, dari cerita beberapa teman  dan melihat webnya saya membayangkan kalo Bhakti Alam ini adalah kebun buah yang menjual buah di kios-kios dan kita bisa memetik buah disana kemudian kita akan naik kereta kelinci keliling-keliling seperti lasimnya agro wisata. Nah minggu lalu karena jadwal kosong dan pengen asal pergi akhirnya disepakati ke Bhakti Alam saja dah dari pada jauh-jauh. Ternyata apa yang saya bayangkan selama ini salah 😆 Bhakti Alam jauh lebih menarik daripada apa yang saya bayangkan selama ini.

Bhakti  Alam cuma berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari rumah saya. Masa sih? kok bisa?, ya bisa karena rumah saya dekat dengan tol Waru -Juanda, jadi tinggal naik tol sampe Waru lanjut ke Gempol trus masuk Gempol Pandaan. Lumayan jalan tol Gempol Pandaan ini mempercepat perjalanan ke Malang dan sekitarnya.

Lokasi pasti Bhakti Alam ini terletak di desa Ngembal, kecamatan Tutur, Nongkojajar, Pasuruan. Kalo dari Taman Dayu lurus saja kearah Malang hingga mentok menemui traffic light Purwosari. Biasanya kalo kita ke malang pasti belok kanan, nah ini belok kiri.  Jalan saja sekitar 1km nanti belok kanan, ikuti saja petunjuk jalan yang ada, jelas kok.

Fasilitas parkir cukup luas, bisa untuk bus dan mobil, semuanya bebas parkir. Untuk tiket masuk hari biasa 30rb dan sabtu minggu 35rb. Nanti saat bayar tiket kita akan mendapat karcis yang bisa disobek menjadi 4 bagian, masing-masing karcis itu mewakili fasilitas yang akan didapat selama didalam. Dipintu masuk kita akan diperiksa oleh petugas dan mendapat stiker yang bisa ditempel dibaju sebagai tanda kalo kita sudah membayar dan bisa keluar masuk dengan bebas.

Bhakti alam pasuruan

Pintu masuk, penjual gulali, tiket dan kereta yang ditarik traktor

Setelah melewati jembatan gantung berwarna hijau ada petugas yang akan mendata kita untuk antri naik kereta. Nah disini saya baru tau kalo keretanya bukan kereta kelinci yang biasa kita lihat tetapi satu kereta yang ditarik dengan satu traktor.  Ada berbagai macam ukuran kereta sih ada yang 1 kereta bisa berisi 20 orang, ada yang menyerupai bus mini dengan isi lebih dari 20 orang tapi ada juga yang cuma berisi 9-12 orang. Tiap 1 kereta ada 1 orang guide yang menemani sekaligus bercerita sepanjang perjalanan. Nah ngga tau kenapa kali ini saya lagi-lagi beruntung, saya bisa mendapat kereta private. Kami hanya ber 4 di kereta yang kecil (berisi 9-12 orang), bisa jadi saat dipanggil kelompok yang harusnya bersama kami tidak datang. Jadilah hanya kami ber 4 dengan ditemani seorang guide saja.

Bhakti alam pasuruan milk factory

Milk Kingdom, pos pertama di Bhakti Alam

Disepanjang perjalanan guide bercerita mengenai tempat yang dilewati, ada peternakan sapi, istal kuda dan beberapa tempat persemaian bibit buah. Menurut guide kebun buah ini mulai ditanami sekitar awal tahun 90 an tetapi baru dibuka untuk umum awal tahun 2000 an dimana yang punya adalah pak de Karwo Gubernur Jatim.

Kembali ke perjalanan naik kereta ya, pos pertama adalah Milk Kingdom. Seperti namanya, tentu saja disini yang disediakan adalah segala macam olahan susu. Ada 2 ekor sapi yang sedang mejeng didepan, sedangkan didalam kios kita bisa mencicipi yoghurt. Kalo suka kita bisa beli atau ada juga ice cream, keju mozarela dan jenang susu. Jangan lupa untukberfoto di tempat yang udah disediakan, ada sepeda dengan bunga dan topi pak tani, juga kursi taman sepasang dengan sebuah meja ditengah bunga.

Bhakti alam pasuruan milk kingdom

Photo Corner di Milk Kingdom yang bisa dimanfaatkan untuk narsis

Setelah puas belanja dan foto destinasi berikutnya adalah kebun sayur, disini kita bisa ambil sayur sepuasnya hanya dengan membayar 5rb saja.  Bila membayar nantinya kita akan dikasih kantong plastik dan sayur yang kita petik tidak boleh melebihi ukuran kantong tersebut plus bisa mencicipi buah melon.

Tujuan selanjutnya adalah kios jamu dan kripik pisang dimana kita bisa mencicipi kripik pisang yang baru aja di goreng, bila suka bisa membeli langsung. Juga tersedia sinom dan beras kencur yang bisa kita cicipi secara gratis. Jangan lupa disini juga ada beberapa spot foto yang lumayan bagus. Sayang bila bukan weekend kios ini tidak dibuka.

Bhakti alam pasuruan kebun sayur

Kebun sayur, kripik pisang dan jamu

Ada beberapa pos lagi sebetulnya seperti pos buah naga dan pos belimbing, tetapi karena saat ini sedang tidak musim jadi dilewatkan 😥 kata guide saat baik datang ke Bhakti Alam adalah bulan Januari hingga April.

Selesai wisata kita? belum ternyata, karena setelah turun dari kereta kita bisa membeli souvenir di kios-kios yang ada disekitar itu, juga berfoto dengan bunga-bunga yang cantik.

Ada beberapa permainan yang bisa kita lakukan dengan membayar sejumlah uang seperti memancing, naik ATV dan lain-lain. Oh ya jangan lupa juga menukarkan kupon kita dengan jus buah dan susu gelas.

Bhakti alam pasuruan kebun bunga

Kebun bunga di Bhakti Alam

Bagi yang mau bermalam disediakan beberapa cottage yang bisa disewa dengan harga sekitar 600rb hingga 1 juta lebih dengan fasilitas yang berbeda tentunya.

Bhakti alam pasuruan cottage

Cottage di bhakti alam, saya intip saat ada kamar yang dibersihkan

Diseputar pintu masuk/keluar terdapat beberapa kios jajanan dan pujasera seperti kentang goreng, sosis bakar, jagung bakar hingga makanan berat seperti soto dan lain-lain. Ada satu yang unik menurut saya, tepat di pintu masuk terdapat kios gulali dimana penjualnya membuat langsung disana, sehingga kita bisa menyaksikan bagaimana gulali itu dibuat, cukup dengan membayar 10rb kita bisa menikmati gulali fresh tersebut 😀

Untuk beberapa info kalian bisa langsung aja meluncur ke http://www.bhaktialam.com/

brosur wp

Agoda

Iklan

One thought on “Bhakti Alam, Nongkojajar – Pasuruan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s