3. Air Terjun Benang Stokel, Benang Kelambu, Taman Narmada, Pura Batu Bolong

Sampai juga kami kembali di pelabuhan bangsal setelah berlayar selama 30 menitan dari Gili Trawangan, sekitar pukul 9 WITA kami turun ke darat, disini driver sudah menunggu kami untuk diantar ke air terjun benang stokel dan benang kelambu. Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam melalui pusuk. Sampai disana kami baru tau kalau ternyata disana adalah komplek air terjun 😀 bayangin aja ada 5 lokasi air terjun yang berdekatan, tetapi yang dibuka untuk umum hanya 2 saat ini benang stokel dan benang kelambu sedangkan sisanya dijaga kemurnian airnya karena digunakan pemda untuk kepentingan umum.

Lagi-lagi terjadi tawar menawar dengan mengenai harga ojek dan guide karena menurut kami harga segitu sangat mahal untuk ukuran wisatawan domestik.

tiket masuk benang stokel benang kelambu

Harga tiket ke Benang Stokel dan Benang Kelambu beserta Ojek dan Guide

Akhirnya disepakati ojek 30rb/orang pergi pulang dan guide 70rb untuk 2 lokasi dan retribusi 10rb/orang untuk 2 lokasi.

Air terjun Benang Stokel

Papan petunjuk asal terjadinya Benang Stokel

Untuk air terjun benang stokel cukup jalan kaki saja, dari gerbang sebelah loket kami masuk sekitar 20m kemudian ada gapura batu belok ke kiri mengikuti jalan setapak yang akhirnya turun. Perjalanan sejauh kurang lebih 300m dilalui cukup mudah karena jalan yang menurun. Dari atas sudah tampak air terjun benang stokel.

air terjun benang stokel wp

Air terjun Benang Stokel

Bagi yang mau mandi silahkan saja bebas, tapi jangan lupa bawa handuk ya. Saya lihat ada beberapa bule yang sudah siap-siap mandi disana udah bawa handuk waktu jalan 😀

Waktu datang sih ngga terlalu bermasalah karena jalanan turun, tetapi pada saat pulang baru kerasa capeknya kaena jalanan naik tangga yang lumayan tinggi. Untung saja orang tua dan anak berhasil sampe kembali keatas.

benang stokel tangga curam

Tangga balik keatas, sampa diujung masih harus jalan meski tidak securam tangga inii

Berhubung tenaga sudah habis terkuras dan di benang kelambu tangganya jauh lebih curam lagi akhirnya diputuskan yang berangkat ke air terjun benang kelambu hanya saya dan istri saja sedang orang tua dan anak tidak ikut.

Setelah naik ojek selama 6 menit dengan jalan yang bisa dibilang makadam akhirnya sampai juga di pintu masuk benang kelambu. Udah sampai? ternyata belum 😀 saya masih harus turun lagi dengan tangga yang jauh lebih curam dari pada benang stokel.

tangga naik benang kelambu yang curam

Anak tangga yang curam dan panjang menuju benang kelambu

Tapi sesampainya dibawah semua terbayarkan, air terjunnya sangat indah. Seperti di lokasi film yang menceritakan hutan hujan tropis atau hutan di suku pedalaman. bunyi air yang gemericik dengan air yang turun rata tipis membuat benang kelambu ini sesuai dengan namanya, seperti kelambu yang terbuat dari air.

benang kelambu full

Pemandangan Air Terjun Benang Kelambu

Mungkin kalau sekedar foto saja susah membayangkannya, tapi bila sudah datang kesana dan menyaksikan sendiri baru bisa merasakan indahnya air terjun ini.

Untung tenaga saya dan istri masih cukup kuat untuk naik sampai di tempat ojek, mengingat tangganya curam banget. Berhubung ngga bawa bekal akhirnya kami makan di warung di depan pintu masuk. Cuma seharga 8 rb sudah mendapat 1 piring berisi nasi, ayam suwir dan sayur. Waktu sudah menunjukkan pukul 15 WITA saatnya untuk pulang ke senggigi, tetapi di tengah perjalanan kami mampir ke Taman Narmada, yaitu tempat peristirahatan raja mataram pada jaman dulu dan sumber air suci dimana konon kalau kita mencuci wajah di mata air itu akan awet muda.

Tiket tanda masuk Taman Narmada sebesar 6rb/orang dewasa tetapi anak saya kok ngga diitung ya? mungkin untuk anak kecil digratiskan. Disini juga banyak penduduk yang berprofesi sebagai guide dadakan, terserah kita mau memakai atau tidak. Tetapi kami tidak menggunakan jasa guide. Berhubung kami tidak menggunakan guide jadinya tidak bisa masuk kedalam sumber air suci hanya bisa foto saja karena pintu dirantai, hanya terdapat celah sebesar tangan.

Taman Narmada

Taman Narmada, Gubug tempat air suci, suasana dalam gubug dan pura diatas bukit

Sudah capai dan sudah sore, maka sudah waktunya untuk kembali ke hotel. Kali ini hotelnya adalah Sunset House di Senggigi, tepat bersebelahan dengan Puri Senggigi dimana kami tinggal 2 hari lalu. Karena sudah capek sepanjang sore hingga menjelang malam kami habiskan untuk berenang saja di hotel sambil menikmati sunset pantai senggigi dari poolside.

Esok pagi pukul 12 WITA udah takeoff, tapi karena hotel dekat dengan pura batu bolong abis breakfast cepat-cepat jalan ke sana. Cuma sekitar 400m dari hotel sih. Untuk masuk kesana kita harus pake selendang kuning seperti di pura bali pada umumnya, atau sewa pada juru kunci. Lagi-lagi harus menawar, awalnya sijuru kunci meminta 10rb/selendang tetapi berhubung dipinggir pantai sudah dibilang oleh ibu-ibu kalau sewa selendangnya 5rb ya udah kita tawar saja 5rb.

pura batu bolong senggigi

Pura batu bolong, yg ft atas diambil dari hotel sunset house

Abis foto-fotoan sebentar langsung balik hotel untuk check out. Perjalanan senggigi-LOP sekitar 1,5 jam. Karena pas datang belum foto di depan bandara, jadi saat pulangnya baru bisa foto didepan bandara. Ini juga karena datang ke bandaranya kepagian 1 jam-an.

Bandara Lombok Praya

Bandara International Lombok

Info tambahan:

  • Sewa mobil senggigi-bandara 200rb
  • Bus damri bandara senggigi tersedia seharga 35rb/orang
  • Hotel Sunset House dilewati oleh bus damri sehingga bisa turun depan hotel.

brosur wp

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s