Tian Men Shan Mountain – Hunan China

Hari ke enam, kami masih di Zhangjiajie. Kalau kemarin kami sudah ke Avatar Land maka hari ini tujuannya ke Tianmen Mountain Scenic Area atau ada juga yang bilang sebagai pintu gerbang Surga. Dengan menggunakan Cable Car sejauh 7,5 kilometer kami berangkat dari pinggir kota untuk langsung menuju ke puncak gunung Tianmen.

Sepanjang perjalanan tampak pemandangan yang sangat menakjubkan. Semakin ke atas pemandangan tampak semakin indah. Terlihat jalan berliku-liku dari Tianmen Dong San yang nantinya akan kami lalui juga. Jadi ceritanya untuk mencapai Tian Men Dong San ini ada dua cara. Pertama dengan cable car seperti yang kami gunakan ini atau menggunakan bus melewati jalan dengan 99 tikungan. Kami sendiri berangkat dengan menggunakan cable car dan pulang dengan bus.

Berangkat dengan cable car dari pinggiri kota Zhangjiajie

Sekitar 30 menit kami bergelantungan di kereta gantung ini hingga akhirnya tiba juga di puncak gunung. Hampir sama seperti kemarin saat kami berjalan di sepanjang tebing untuk menikmati Avatar Land, kali ini pun kami berjalan di sepanjang tepi tebing dengan ketinggian ratusan meter yang berdiri tegak 90 derajat dari tanah. Lagi-lagi saya harus melalui jembatan kaca yang ada di jalan setapak ini. Tapi menurut saya jalanan kaca ini tidak seheboh Zhangjiajie Glass Bridge yang kemarin sudah kami datangi.

Pemandangan selama di cable car, tampak Tian Men Shan dari kejauhan

Setelah beberapa waktu akhirnya sampai juga kami di ujung jalan dan kami harus melewati jembatan yang menghubungkan antara satu tebing dengan tebing yang lain. Ujung jembatan ini berakhir tepat di atas lubang pintu surga Tian Men Dong San. Dari tempat saya berdiri tampak di samping bawah lubang tersebut. Dari atas gunung kami harus turun ke bawah. Nah salah satu keunikan tempat ini, atau kalau saya boleh bilang gilanya tempat ini adalah mereka melubangi gunung batu ini untuk kemudian diberi escalator didalam gunung untuk menuju ke bawah.

Pemandangan sepanjang jalan menuju ke Tian Men Shan

Terdapat 5 eskalator panjang yang harus kami lalui agar bisa mencapai tepat ditengah lubang alami ini. Rupanya gunung ini masih hidup, tampak tetesan air yang elalu mengalir dari atas sehingga kalau kita berdiri ditengah lubang ini maka akan merasakan seperti kehujanan. Untung sudah dibuat atap sehingga para wisatawan tidak perlu sampai berbasah-basah ria.

Persis di dalam goa

Setelah beberapa saat kami berfoto disini, kami harus masuk ke dalam perut gunung lagi untuk turun ke lokasi yang lebih bawah. Lagi-lagi kami harus melewati 7 eskalator didalam perut gunung. Untung saat ini sudah dibangun escalator didalam perut gunung, kalau tidak berarti kami harus melewati ratusan anak tangga yang cukup curam, haduh gimana capeknya ya

Setelah sampai bawah ini baru kami bisa berfoto dengan bagus, karena dari lokasi ini Tian Men Dong San atau jendela pintu surga ini tampak sangat jelas.

Turun menggunakan eskalator, dari perut gunung kami keluar.

Waktu sudah habis, saatnya turun kembali ke kota. Kali ini kami menggunakan bus lokal untuk turun dengan melewati jalanan 99 belokan yang sempat kami lihat dari atas kereta gantung.

View this post on Instagram

Dari atas gunung turun ke bawah menggunakan eskalator. ➡️➡️➡️ video saat didalam eskalator yg dibangun didalam gunung batu. Mau punya pengalaman seperti saya? WA 0812-350-9232 ya atau baca cerita lengkapnya di www.rodadanroti.com #HUNANTOUR #hunan #chinatour #travelagen #familytrip #liburanmurah #travelblog #travelblogger #photooftheday #tianmenmountain #tianmenshan #igtravel #ig_travel #travelgram #chinainsider #instastory #chinastory #tianmenshan #traveltheworld #likeforlike #Zhangjiajietour #toursale #promotour #toursubsidi #travel2china #visitchina #chinatrips #discoverchina #instachina #Zhangjiajie

A post shared by Roda dan Roti Travel Blog (@rodadanroti) on

Sampai ke kota tepat jam makan malam. Ingat ya, saat saya pergi Zhangjiajie matahari baru terbenam pukul 19. Setelah makan malam kami masih sempat menyaksikan Fox Fairy Show, yaitu tarian kolosal dengan latar belakang panggung Tian Men Dong San yang menceritakan legenda percintaan antara seorang tukang pencari kayu bernama Liu Hai Ko dengan Peri Rubah yang bernama Hu Ta Cie.

Peri Rubah yang di jodohkan pada Raja Rubah menolak untuk di nikahkan tetapi justru menjalin kasih dengan seorang pemuda pencari kayu dari kalangan manusia. Hu Ta Cie sering datang ke rumah Liu Hai Ko untuk bebersih rumah dan memasak tanpa sepengetahuan Liu Hai Ko.

Fox Fairy Show

Singkat serita, percintaan ini tidak di restui oleh kedua belah pihak. Meski mereka sempat menikah namun hanya berlangsung sehari saja karena  Hu Ta Cie akhirnya berhasil di tawan oleh Raja Rubah. Mereka bersumpah bahwa mereka akan saling mencintai hingga matahari mongering dan bebatuan menjadi debu. Diakhir cerita mereka akhirnya bertemu setelah ribuan tahun  atas belas kasihan dari Surga.

Kamar super mewah di Garden Phoenix Hotel

Drama kolosal ini dikemas secara bagus dan professional menggunakan tata cahaya dan teknologi sehingga drama kolosal ini dapat tersaji dengan sempurna. Di kejauhan tampak pintu surga yang di sorot lampu sehingga terlihat jelas dari kursi penonton.

Suasana hotel yang super mewah

Hari sudah sangat malam saat kami kembali ke bus. Hari ini kami bermalam di Garden Phoenix Hotel yang merupakan hotel termewah selama tour ini. Interior hotel bertema baroq dengan atap berlukiskan tentang keindahan alam dan dewa dewi. Kamar sangat luas dengan fasilitas ruang keluarga dan balcony. Sebenarnya ada kolam renang yang cukup bagus sayang kami tidak sempat menikmatinya.

Klik for info
klik for info
klik for info
klik for info

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *