Zhangjiajie Avatar Land – Hunan China

Tidak terasa perjalanan cerita saya sudah memasuki hari ke 5 ya. Setelah kemarin sempat mendapatkan pengalaman private di jembatan kaca Zhangjiajie pagi hari ini kami semua mengawali tujuan dengan mampir ke toko wajib dahulu. Setelah makan pagi kami semua langsung menaiki bus VVIP yang selalu setia mengantar. Tidak perlu seret koper karena di hotel Santo Dominggo ini kami tinggal selama 2 malam.

Pukul 9 kami telah tiba di toko yang menjual teh kesehatan. Kami sempat mencicipi aneka teh yang mempunyai kandungan polifenol yang cukup tinggi. Kami melihat beberapa macam percobaan yang menunjukkan bahwa kandungan teh yang dijual banyak mengandung polifenol yang sangat baik bagi tubuh sebagai anti oksidan.

Salah satu toko wajib

Dari toko teh perjalanan di lanjutkan menuju ke Huang Long Cave, yaitu salah satu goa alam terbesar di Hunan dengan pemandangan stalagmit dan stalagtit yang didalamnya juga terdapat aliran sungai yang cukup panjang.

Huang Long Cave

Dari depan parkiran saja sudah tampak pemandangan yang sangat indah. Disekitar pintu masuk terdapat sawah yang menghijau dengan latar belakang gunung. Tampak pula aliran sungai kecil dengan aneka kincir air disepanjang sungai. Sebelum pintu masih terdapat berderet penjual aneka asesoris. Kalau kamu tertarik untuk membeli asesoris seperti gantungan kunci, magnet dan sebangsanya sebaiknya manfaatkan kesempatan ini karena pengalaman saya hanya di lokasi inilah barang-barang model begitu ada, di lokasi wisata lainnya tidak ada.

Gua yang kami masuki cukup panjang dan berliku, pencahayaan didalam goa cukup terang dengan sorotan lampu LED yang berwarna warni. Ada beberapa titik dengan ruangan goa yang cukup luas. Setelah berjalan beberapa waktu akhirnya tiba juga di ujung tengah goa yang berbatasan dengan sungai. Tampak tangga menuju ke arah bawah dengan deretan antrian menuju ke dermaga kapal. Puluhan kapal tampak berjajar di dermaga.

Huang Long Cave

Karena kelihatannya tidak terlalu banyak pengunjung sehingga kapal yang hilir mudik hanya tampak beberapa saja. Kami pun segera ikut mengantri. Satu kapal berisikan sekitar 15 orang dengan satu juru mudi. Setelah menunggu sekian menit akhirnya kami naik juga di perahu. Perahu berjalan pelan menyusuri sungai yang di terangi oleh cahaya warna warni. Setelah mengarungi sungai sekitar 5 menit akhirnya kami tiba juga di ujung sungai. Sesuai instruksi guide kami tidak di perbolehkan turun tetapi langsung balik ke titik semula agar mempersingkat waktu karena untuk turun pun harus berjalan cukup jauh. Pukul 12 kami pun meninggalkan Huang Long Cave untuk makan siang.

Setelah makan siang tujuan utama sudah menanti yaitu Zhangjiajie Wulingyuan Scenic Area atau bahasa gaulnya Avatar Land. Bus berhenti di pelataran parker dan kami semua harus berjalan kearah terminal bus untuk naik ke local bus yang sudah disediakan. Sepanjang perjalanan sudah tampak pemandangan yang cukup indah hingga akhirnya kami tiba di tengah Zhangjiajie Wulingyuan Scenic Area.

Naik bus untuk menuju kaki Avatar Land. Berfoto bersama di kaki Avatar Land

 

Dari bawah saja pemandangan sudah tampak sangat eksotic. Setelah sempat beberapa kali berfoto akhirnya kami bergerak untuk antri menaiki Bailong Elevator, yaitu lift outdoor tertinggi di dunia. Dengan menggunakan lift model tabung kaca kami bergerak naik setinggi 326 meter ke puncak tebing.

Bailong Elevator dan Avatar Land

Akhirnya saya bisa benar-benar melihat dan merasakan berada di tengah-tengah Avatar Land. Keluar dari Bailong Elevator kami berjalan menyusuri jalan setapak untuk menikmati area Mihun Stage yang menawan ini. Jalan setapai ini cuma satu jalur dengan tujuan The Worlds no 1 Bridge yaitu jembatan alami yang menghubungkan dua buah puncak gunung batu menjadi satu. Disini saya melihat ada gembok cinta yang di kuncikan di sepanjang pagar diatas The Worlds no 1 Bridge ini.

Avatar Land, tandu, gembok cinta dan The World no 1 Bridge

Bagi orang tua yang ngga kuat jalan sebenarnya ada jasa tandu dengan biaya sekitar 200RMB sekali jalan tapi jangan berharap banyak yah karena sangat terbatas jumlah tandunya.

Ngga terasa sudah cukup lama saya menyaksikan pemandangan yang langka ini hingga tiba waktunya untuk kembali turun menggunakan Bailong Elevator ini kembali. Bus lokal sudah menanti untuk mengantar kami kembali ke terminal pertama. Sekali lagi pemandangan indah sepanjang jalan saya saksikan.

Tampak diatas tulisan www.rodadanroti.com itu adalah tebing yang menyambung

Malam ini makannya All U Can Eat ala Korean Style, mantap benar deh. Sehabis makan kami berjalan untuk menuju ke  Xi Bu Street untuk menghabiskan waktu sekaligus cuci mata. Tampak toko-toko makanan dan oleholeh sepanjang jalan. Beberapa toko ting-ting kacang tampak mendemokan proses pembuatan ting-ting secara tradisional dengan di pukul dengan palu besar.

Xi Bu Street

Selesai sudah perjalanan hari ini. Akhirnya kami semua kembali ke Santo Dominggo Hotel untuk istirahat. Bakal pules malam ini tidur saya karena tadi tenaga sudah cukup terkuras.

Ditunggu cerita di hari ke enam yah. Semoga saya ngga mimpi dikejar kejar  mahluk biru malam ini.

Klik for info
klik for info
klik for info
klik for info

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *