1. Desa Adat Sade, Tanjung Aan, Batu Payung, Pantai Kuta, Senggigi, Bukit Malimbu

Setelah menunggu sekian lama akhirnya ada juga tiket promo Surabaya-Lombok. Air Asia buka rute baru Surabaya – Lombok hanya 99 ribu saja (promo awal November 2014). Ngga pake lama langsung liat kalender dan segera booking 4 hari 3 malam, eh ngga taunya setelah browsing sana sini ternyata ke lombok 4 hari 3 malam ngga dapet apa-apa. Baru tau kl ternyata lombok lebih luas, banyak sekali tempat wisata yang harus dikunjungi :((

Bayangkan 3 orang cuma bayar Rp1.177.600 Surabaya – Lombok Pergi Pulang (belum airport tax).

airasia promo tiket

Ber 3 Surabaya – Lombok pp

Sekalian mencoba Terminal 2 Bandara Juanda, udah beroperasi setahun lebih belum pernah berangkat via T2. Ternyata di T2 Juanda sudah ada water tap, yaitu air siap minum yang diambil dari kran langsung seperti yang ada di bandara luar negeri.

water tap di juanda airport surabaya

Water tap di Juanda Airport

Sayangnya di ruang tunggu kita tidak bisa melihat ke landasan pacu dan apron karena terhalang jalur menuju garbarata.

Lumayan kali ini Air Asia terbang on time bahkan dimajukan 15 menit dari jadwal semula (diemail sebelumnya). Penumpangnya seperti yang sudah saya duga, sangat sepi hanya terisi seperempatnya saja kira-kira. Semoga saja Air Asia ngga rugi, efeknya rute ditiadakan.

air asia lombok surabaya

Suasana kabin Air Asia Surabaya – Lombok dan sebaliknya sama saja.

 Kami tiba di Bandara International Lombok tepat 10.45 dengan menggunakan pesawat Air Asia. Karena tidak ada bagasi jadi kami langsung aja keluar bandara dan mencari driver yang udah dipesan jauh-jauh hari sebelumnya. Sedikit berdesakan sih karena kami ber 7 plus 4 tas dan koper, untungnya semua bisa masuk dalam Avanza 😀 .

Tujuan pertama adalah Desa Adat Sade, setelah berjalan sekitar 45 menit akhirnya sampai juga di Desa Adat Sade. Ternyata desa ini tepat di pinggir jalan raya. Desanya cuma kecil sih paling se-RT tapi desa ini adalah desa tradisional yang di pertahankan keasliannya oleh pemerintah daerah untuk menjaring turis sekaligus melestarikan adat desa Sade. Desa ini cukup unik karena bangunan rumahnya cuma terbuat dari bambu dan beratapkan rumbai daun dimana lantainya terbuat dari campuran sekam dan kotoran kerbau yang diaduk sehingga kalo abis di pel/kena air baunya jadi gimana gitu hehehe. Uniknya lagi adat istiadat untuk menikah haruslah memiliki hubungan yang sedarah, misalnya harus menikah dengan saudara sepupu dan cara menikahnya harus sistem culik agar direstui oleh orang tua masing-masing.

Nah setibanya disana kami langsung disambut oleh guide yang ada. Kami diajak berjalan mengelilingi desa sambil menceritakan adat istiadat yang saya jelaskan diatas tadi sekaligus dibawa ke tempat para ibu-ibu berjualan asesoris dari kerang dan kain tenun. Konon kain tenun yang mereka buat warnanya terbuat dari bahan-bahan alami seperti daun untuk warna hujau, kunjit untuk kuning dll. Kalau ngga berminat sih ngga papa cukup jalan-jalan saja sambil foto-fotoan. Setelah puas keliling kami pamit untuk melanjutkan perjalanan, cukup kasih tips sekedarnya untuk si guide tadi. Jangan lupa untuk foto didepan papan nama Desa Adat Sade lho ya 😀

desa adat sade lombok

Desa Adat Sade

Rute berikutnya adalah Tanjung Aan beserta batu payungnya. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam-an. Tanjung Aan sangat indah, pasirnya putih dengan lautnya yang biru dan langit yang cerah.

Panorama tanjung aan wp

Panorama Tanjung Aan

Sedangkan untuk menuju ke Batu Payung kami harus memilih antara menyewa perahu atau jalan kaki diterik sinar matahari selama 45 menit hahahaha, tentu saja kami memilih untuk naik perahu. Hati-hati dengan harga yang ditawarkan olah tukang perahu. Pada awalnya harga yang diminta adalah 300rb/perahu untuk mengantar pergi pulang ke batu payung. Setelah tawar menawar akhirnya kami berhasil mendapatkan harga 150rb yang menurut kami sebetulnya masih kemahalan, tetapi berhubung penumpangnya cuma ber 7 yaitu kami sendiri ya udah terpaksa kami sepakati. Ngga pake lama, cuma sekitar 10 menit-an kami sudah tiba di pantai batu payung. Batu Payung ini unik karena batunya menonjol keatas seperti batu yang diberdirikan padahal terbuat alami, dan anehnya lagi kalo diperhatikan secara seksama bentuknya menyerupai kepala manusia karena ada dagu hidung dan ceruk menyerupai mata.

batu Payung tanjung aan lombok

Pantai Batu Payung

Berhubung matahari bersinar sangat terik, sebentar saja udah membuat kami mandi keringat, ya udah asal udah selesai foto-fotoannya kami segera balik ke pantai untuk ke tujuan selanjutnya yaitu Pantai Kuta.

Sebenarnya Pantai kuta sudah kita lewati tadi, tapi berhubung drivernya mulai dari ujung akhirnya pantai kuta baru kami kunjungi setelah pulangnya. Pantai kuta sebenarnya ngga terlalu istimewa menurut saya, masih lebih bagus tanjung aan tadi. Jadi kami cuma berhenti sekedar untuk foto-foto saja untuk kemudian melanjutkan perjalanan. Sayangnya banyak pedagang asongan yang cara menjajakan dagangannya sangat memaksa turis yang datang, bila tidak dianggap mereka akan membuntuti kita terus menerus padahal sudah diusir dan dibilang tidak beli. Pedagang ini ada dipantai tanjung aan, batu payung dan pantai kuta. Mungkin sudah waktunya pemda setempat menata pedagang asongan ini agar tidak membuat turis yang datang menjadi risi.

pantai kuta lombok

Pantai Kuta Lombok

Berhubung udah melewati jam makan nasional pukul 14 WITA jadi kami segera balik untuk mengisi perut yang udah keroncongan. Pilihan jatuh pada nasi balap puyung di RM. Cahaya sesuai saran dari driver kita.

Rumah makan Cahaya terletak tepat di depan bandara LOP. 1 porsi nasi balap puyung seharga 16 rb saja. Udah ada yang tau nasi balap puyung? terus terang saya baru tau sekarang hehehe. Nasi balap puyung isinya nasi putih, ayam kampung 1 potong, ayam suwir pedas, oseng-oseng sayur kacang dan semacam kering kentang campur abon.

Nasi Balap Puyung Cahaya

Nasi Balap Puyung RM. Cahaya

Konon asal nasi balap puyung berasal dari seorang ibu bernama Inaq Esun yang mana cucu dari ibu tersebut suka memenangkan lomba balap, nah sehabis menang si cucu suka mentraktir teman-temanya di kedai neneknya yang berada di desa Puyung.

Berhubung sudah sore, abis makan kami menuju ke arah hotel di daerah senggigi sekalian berhenti di beberapa spot yang terdapat di sepanjang jalan menuju hotel untuk menikmati pemandangan.

Panorama Senggigi wp

Panorama Pantai Senggigi diambil dari atas

Karena masih ada waktu akhirnya dilanjut ke bukit malimbu yang ada diantara senggigi-bangsal supaya besok pagi ngga usah terburu-buru.

Panorama Bukit malimbu wp

Panorama Bukit Malimbu dengan latar belakang Gili Trawangan

Akhirnya selesai juga perjalanan di hari pertama ini, waktu udah menunjukkan pukul 17.30 WITA waktunya check in ke hotel. Malam ini kami akan bermalam di Puri Senggigi dimana besok kami akan menuju ke Gili Trawangan.

Sehabis check in di hotel dan mandi selanjutnya urusan makan malam, untung saja driver kami mau menunggu untuk mengantarkan kami ke ayam taliwang. Sesuai saran driver kami akan makan di RM. Lesehan “Taliwang Irama” yang ada di Cakranegara. Untuk harga 1 ekor ayam taliwang sebesar 45rb. dan plencing kangkung 7,5rb/porsinya.

Ayam Taliwang irama cakranegara lombok

Ayam bakar Taliwang dan Plencing Kangkung

Selesai sudah perjalanan hari pertama ini di tutup dengan makan malam yang enak.

Sekedar info, untuk parkir ditiap tujuan wisata sebesar 10rb dan untuk di pinggir jalan sebesar 5rb. Sedangkan sewa mobil sebesar 500rb sudah termasuk driver dan bbm.

Update:
Per Juni 2015 Air Asia Rute Surabaya-Lombok ditiadakan. Seperti yang sudah saya prediksi, rute ini ngga bakal lama bertahan karena sedikit peminatnya. Beruntunglah yang pernah menggunakan rute ini dan mendapatkan harga promo, termasuk saya juga 😀

 brosur wp

Iklan

One thought on “1. Desa Adat Sade, Tanjung Aan, Batu Payung, Pantai Kuta, Senggigi, Bukit Malimbu

  1. Ping-balik: 3. Dadong Beach, Deer Looking Back Sculpture, Yetian Minority Nationality Village – Hainan | Roda dan Roti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s