Goa Gajah, Dlingo – Jogjakarta

Goa gajah? Bukannya Goa Gajah adanya di Bali? ya pertama kali saya dengar juga rada-rada heran. Sebenarnya Goa gajah ini ngga masuk dalam itinerary holiday saya, tapi saat pulang dari Kebun Buah Mangunan dan tanya jalan pulang ke Jogja pada satpam, saya malah di tawari datang ke Goa Gajah. Ya sekalian saja wong sudah sangat dekat. Ternyata cuma 20 menit dari Kebun Buah Mangunan udah sampe.

Lokasinya terletak di dusun Lemahbang, desa Mangunan, kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul cuma kalo mau kesini acuannya ya kebun buah Mangunan itu (baca post Kebun Buah Mangunan). Ternyata tempat ini masih betul-betu deso so so banget, belum di poles secara apik. Mau parkir saja bingung dimana, mungkin biasanya pengunjungnya pake motor semua. Padahal cuma saya satu-satunya pengunjung saat itu, akhirnya parkir didepannya gapura persis. Saya disambut oleh seorang bapak penjaga sekaligus guidenya untuk diantar masuk.

Goa gajah Jogjakarta

Pintu masuk Goa Gajah yang masih sangat tradisional

Goa Gajah masih sangat alami, belum tersentuh oleh polesan tangan profesional, jalannya masih bebatuan dan berupa tanah. Lucunya setelah masuk beberapa meter jalannya buntu, ternyata kita harus masuk ke dalam lubang kecil yang cuma setinggi pinggang orang dewasa. Mirip-mirip petualangan Alice in Wonderland masuk ke bawah pohon rasanya. Tetapi setelah masuk kita akan menjumpai ruangan yang cukup luas dimana terdapat stalaktit berjejer diatas atap. Stalaktit yang ada disini masih hidup ditandai dengan masih menetesnya air dari atas yang membuat stalaktit ini akan terus membesar. Juga terdapat banyak kelelawar yang sedang tidur diatas atap, terlihat saat si bapak menorotkan lampu senternya ke atas atap goa. Tanpa bantuan dari lampu senter si bapak goa akan gelap gulita. Mungkin yang phobia ruangan gelap dan kecil jangan masuk deh. Setelah berjalan beberapa meter lagi kembali kita harus membungkukkan badan untuk keluar dari ruangan itu. Nah diruangan / goa terakhir ini bagusnya. Diatas terdapat lubang dimana sinar matahari dapat masuk plus sebuah pohon yang batangnya mulai dari tengah dinding menjulang keluar sampai atas gua.

Goa gajah mangunan Jogjakarta

Kika: awal masuk, lubang kecil, didalam ruang, menuju pintu berikutnya

Untuk naik kembali ke atas kita harus naik tangga tradisional dari bambu. Disinilah baru saya tau kenapa dinamakan Goa Gajah. Saat naik di  lantai satu disebelah kanan ada goa kecil dengan batu ditengahnya yang menyerupai anak gajah sedang menunduk, unik sekali karena itu adalah ukiran alam. Dari depan lantai itu kita harus naik lagi 1 tingkat untuk mencapai udara terbuka. Ternyata didalam goa tadi kita sudah berjalan sekitar 100-200 m dari titik pintu masuk melawati jalan yang ada diatas.

Goa gajah mangunan dlingo Jogjakarta

Suasana step by step hingga keluar

Untuk biaya masuk sebenarnya tidak ada, tetapi untuk guide dan jasa lampu kita bisa kasih sukarela ke bapak, karena untuk masuk ke Goa Gajah ini tidak mungkin tanpa didampingi guide, sangat berbahaya bila tidak tau medan didalam.

Goa gajah mangunan dlingo Jogjakarta pintu keluar

Batu Gajahnya, naik ke atas dan lubang keluar

Cuma sekitar 15 menit waktu yang dibutuhkan untuk keliling masuk didalam, karena sangat gelap jadi untuk foto saja susah padahal selain lampu senter bapak saya juga pakai 1 lampu senter dan 1 HP untuk penerangan.

brosur wp

Agoda

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s