Nusa Penida

Setelah dipikir-pikir rasanya beberapa kali kami liburan karena terpaksa 😀 Seperti kali ini, kami terpaksa berlibur ke Bali karena voucher yang kami dapat dari Club Liburan sudah mendekati batas kadaluarsa, kan sayang kalo hangus. Padahal untuk mendapatkannya harus menunggu 3 tahun sekali.

Akhirnya sekalian saja diputuskan untuk melanglang ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan.

Seperti biasa saya paling anti pergi ke Bali dimalam hari, jadi kami pergi saat pagi dan tiba di Bali malam harinya. Sempat bermalam di Sanur agar besok paginya dapat dengan mudah menyeberang ke Nusa Penida. Sebagai info idealnya menyeberang ke Nusa Penida yang cepat, mudah dan murah lewat pelabuhan Sanur. Bisa juga lewat Padang Bai tetapi jadi mahal dan lama. Karena kami menggunakan mobil pribadi terpaksa mobil kami tinggal di pelabuhan. Jangan kuatir ternyata banyak juga mobil-mobil yang bermalam di sana. Tidak ada parkir khusus sih, jadi mobil menginap dan mobil parkir biasa bercampur jadi satu, semua diparkir disepanjang jalan masuk dermaga. Kami mendapat parkir didekat pos karcis. Memang agak panas tetapi rasanya lebih aman. Harga parkir menginap 30rb entah diitung permalam atau gimana tapi mobil kami menginap 2 malam disana tidak ditarik lagi oleh petugas, jadi sebaiknya ngga usah bilang mau berapa malam nginapnya hehe.

Untuk membeli tiket jalan saja menuju ke arah pantai, setelah mentok belok kiri. Loket pertama yang berupa pos (tepat dipojokan) itu hanya menjual tiket Sanur-Lembongan sedangkan tiket Sanur-Penida kita harus masuk lagi agak kedalam, nanti disana tampak berjejer beberapa tenda dengan nama perusahaan masing-masing.

loket-kapal-sanur-lembongan

Loket kapal khusus Sanur – Lembongan

Bisa jadi karena terlalu santai atau karena jam kami masih memakai jam WIB maka kami tiba di Sanur pukul 08:00 WITA. Harusnya masih cukup waktu, tapi entah kenapa kapal Maruti Ekspress yang kami gadang-gadang tiketnya udah abis. Terpaksa cari ke sebelahnya yaitu Mola-Mola Ekspress. Untungnya tiket masih ada. Seharga 75rb/orang.

pelabuhan-sanur-menyeberang-ke-penida

Suasana di pelabuhan Sanur, tenda kiri tempat Maruti yang kanan Mola-Mola.

Tepat pukul 08:30 kapal berangkat setelah sebelumnya menurunkan penumpang yang datang dari Nusa Penida. Perjalanan cukup lancar karena cuaca cerah dan ombak tidak terlalu besar. Penyeberangan ditempuh selama 30 menit, mendekati pelabuhan dan mau mendarat baru saya baca bahwa pelabuhan yang disinggahi oleh Mola-Mola Ekspres ini adalah Pelabuhan Sampalan…….. DIENG !!!!!*&^%$#$%^&*#! Padahal harusnya kami turun di pelabuhan Toya Pakeh. Karena tadi awalnya panik jadi ngga sempat tanya tujuan kapalnya padahal di karcis ada tulisannya, lagian kami ngga nyangka kalo ada pelabuhan lain selain Toya Pakeh. Harusnya menurut info yang saya dapatkan setelahnya, banyak juga kapal selain Maruti dan Mola-Mola yang menyeberang ke Nusa Penida. Seperti Caspla, Sea Horse dan lain-lain.

Jadi pelajaran juga buat kalian yang mau ke Nusa Penida.

  • Jangan sampat terlambat datang ke pelabuhan. Minimal 1 jam sebelumnya udah datang mencari tiket atau beli di travel/calo dengan harga selisih.
  • Saat membeli tiket sebutkan secara jelas tujuan pelabuhan yang dituju Toya Pakeh, Sampalan atau apa.

Jadi mau ngga mau kami naik ojek ke Toya Pakeh karena losmen kami berada tepat didepan dermaga Toya Pakeh. Sempat tawar-tawaran juga, awalnya si tukang ojek minta 50rb/orang tapi akhirnya disepakati 50rb untuk 2 orang. Ternyata jauh juga Sampalan ke Toya Pakeh, kami naik ojek kurang lebih 15 menit-an.

Akhirnya sampai juga dilosmen yang sudah kami booking sebelumnya. Namanya Losmen Tenang, terletak tepat didepan dermaga Toya Pakeh. Jadi depan losmen langsung menghadap ke pantai. Cukup membayar 150rb/malam/kamar kita sudah bisa menginap disana. Meski kami booking kamar yang tanpa AC hawa tidak terlalu panas karena ada fan didalam kamar. Cuma jangan lupa bawa bekal obat nyamuk semprot  karena nyamuknya cukup banyak.

losmen-tenang-nusa-penida

Losmen Tenang – Nusa Penida

Setelah memasukkan barang ke dalam kamar kami meminta bantuan pada penjaga losmen, yaitu mas Malki yang juga masih family dari pemilik losmen untuk menjadi guide selama di Penida sekaligus sewa motor. Untuk motor dihitung 60rb/hari bensin dikembalikan seperti semula setelah besok dipakai. Setelah sepakat harga untuk 2 hari sewa motor dan guide kami segera mulai menjelajah pulau Nusa Penida.

Tujuan awal adalah yang paling jauh di timur yaitu pantai Atuh. Sekitar 1 jam perjalanan kami lalui untuk menuju pantai Atuh. Jangan lupa membawa bekal makanan karena disana ngga ada yg jual nasi, adanya cuma kelapa muda dan mie instan. Selama perjalanan kita bakal disuguhi pemandangan yang sangat indah, dari atas bukit tampak laut yang sangat biru terpapar dibawah. Kami cukup beruntung karena sebagian besar dari jalan raya baru saja diaspal mulus. Padahal kata beberapa review semua jalan sangat rusak.

Setelah melalui jalan naik turun dan memasuki perkampungan akhirnya kami sampai juga di pantai Atuh. Bayar 15rb untuk 1 motor dan 2 orang sedangkan guide tidak perlu bayar.

pantai-atuh-pulau-seribu-nusa-penida

Spot 1. Pemandangan Pulau Seribu Pantai Atuh

Sayang cuaca sangat puanassss bikin kita cepat meleleh. Apalagi untuk turun ke tempat paling ujung kita perlu menuruni anak tangga yang cukup curam. Untung cuaca panas ini terobati dengan ruarrrrbiasaaa indahnya pemandangan yg kita dapat.

rumah-pohon-pantai-atuh-nusa-penida

Spot 2. Rumah Pohon Pantai Atuh

Dipantai atuh ini ada 4 titik utama untuk foto. Pertama saat pertama turun menghadap ke pulau seribu, kedua dirumah pohon, ketiga paling ujung dimana ada pura kecil dan terakhir di sisi utara menghadap selatan. Dari pantai Atuh ini tampak pulau Lombok di kejauhan. Sebenarnya kita bisa turun ke pantai Atuh di bawah cuma rasanya kalo udah turun ngga bisa balik naik lagi deh. Salut sama bule-bule yang dari bawah bisa jalan-jalan naik ke atas.

pulau-seribu-pantai-atuh-nusa-penida

Spot 3. Pulau Seribu Pantai Atuh

Bagi yang kelelahan bisa beristirahat di beberapa gazebo yang ada sambil minum air kelapa muda seharga 15rb/buah. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 13 WITA sambil beristirahat kami membuka bekal makan siang di gazebo.

pantai-atuh-nusa-penida

Spot 4. Pantai Atuh Nusa Penida

Setelah perut diisi dan capai hilang waktunya lanjuttt ke tujuan berikutnya yaitu Bukit Teletubies di daerah Tanglad. Lokasinya ngga terlalu jauh dari pantai Atuh, mungkin sekitar 20 menitan perjalanan berkelok-kelok diantara jalan makadam akhirnya sampai juga kami di bukit teletubies. Sayang saat kesana titik foto udah berpenghuni alias keduluan beberapa anak muda yang lagi foto-fotoan. Ditunggu-tunggu ngga selesai-selesai, ya udah akhirnya foto disisi sebelah kanannya. Setelah mereka pergi baru kita ke titik itu.

bb-bukit-teletubies-tanglad-nusa-penida-018a

Bukit Teletubies, Tanglad – Nusa Penida dengan latar depan rumput

Eh sampai rumah baru sadar kalo ternyata lebih bagus foto yang dari sisi kanan hahaha karena rumputnya lebih rimbun, sedangkan titik utama justru banyak batu sehingga pijakan terlihat agak putih.

Karena di Bukit Teletubies ngga ada tempat berteduh dan spotnya ngga terlalu banyak maka cuma bentar aja kita disana. Tujuan selanjutnya Guyangan, tempat mata air ditebing. Menurut mas Malki sekarang di Guyangan aturannya kita tidak bisa berendam lagi dikolam seperti dahulu karena sumber mata air ini untuk menghidupi penduduk di Penida, lagipula dibawah sekarang ada puranya. Entah benar atau tidaknya, cuma karena kaki udah tidak bisa diajak bekerja sama setelah turun naik di Atuh ya jadinya kita cuma foto dari atas saja, takutnya ntar udah susah-susah turun ngga bisa foto plus ngga bisa naik karena tenaga udah abis duluan kan ngga lucu jadinya.

guyangan-nusa-penida

Tangga curam guyangan turun ke bawah

Karena waktu udah menunjukkan pukul 15:30 WITA dan tenaga udah abis maka oleh mas Malki kami diajak santai saja di Crystal bay. Hanya membayar parkir 5rb saja tanpa tiket masuk kita sudah bisa menikmati suasana. Sebenarnya ngga ada yang istimewa juga dengan Crystal Bay, sama seperti pantai di Bali pada umumnya, cuma di Crystal Bay ini tempat orang snorkling.

crystal-bay-panorama-nusa-penida

Crystal Bay Nusa Penida

Dari Crystal Bay kami pulang ke Losmen untuk mandi dan istirahat. Didepan losmen kita bisa melihat sunset dan ponton dari Quick Silver berada.

Hari ke 2

Hari ke 2 ini kita janjian dengan mas Malki berangkat pukul 8, tapi pukul 7 lebih mas Malki udah standy didepan kamar. Maklum lha rumahnya dibelakang losmen. Cepat-cepat saja kami bersiap diri. Tujuan pertama dihari ini adalah ke Karang Dawa atau kelingking. Sekitar 40 menit kita berkendara sampai juga di Karang Dawa. Kali ini ngga perlu capek karena turun motor tinggal jalan sekitar 50 meter-an. Karena masih pagi cuaca cukup bersahabat dan sekali lagi kita disuguhi pemandangan yang luar biasa. Harusnya kalo mau turun sih bisa karena kata mas Malki biasanya orang mancing selalu turun. Cuma ngeliat jalannya yang curam sudah takut duluan. Bisa juga sewa kapal sekitar 1,5 jt untuk mampir ke pantai dibawah.

kelingking-karang-dawa-nusa-penida

Kelingking – Karang Dawa

Dari Kelingking kita lanjut ke Pasih Uug atau Broken Beach, ditengah jalan ada tiket kalo ngga salah bayar 5rb/10rb. Meski udah agak siang tapi cuaca sedikit berawan menguntungkan kita karena jadi ngga panas. Jangan lupa untuk jalan diatas lubang karang. Enaknya diatas lubang itu banyak rumput jadi kalo dibuat duduk-duduk seperti ditaman atau lapangan golf dan lucunya ada segerombolan sapi yang sedang digembalakan disana. Persis sejauh mata memandang lokasi Angel Billabong berada, rasanya deket banget mungkin cuma 50-100 meter an (yang pasti jalan kaki ngga sampe 5 menit sampe)

broken-beach-pasir-uug-nusa-penida

Broken Beach – Pasih Uug

Karena masih dianggap pagi, lagi-lagi kami sedirian disini tanpa ada orang lain yang mengganggu pemandangan 😀

angel-billabong-pasih-uug-nusa-penida

Angel Billabong

Sisa spot terakhir adalah Pasih Andus atau Smoke Beach yang berjarak sekitar 20 menitan dari Angel Billabong. Jalan menuju ke sini bener-bener ancur, jadi heran aja gimana bawa mobilnya kalo motor aja jalannya sampe harus lompat-lompat. Setelah lumayan garing nunggu deburan ombak, akhirnya dapat juga ombak yang besar sebagai background foto. Lha ombaknya nakal, kalo diliat /difoto tanpa kita bisa besar ombaknya tapi begitu mau difoto bersama kita eh ngga jadi-jadi ombaknya.

bb-2-4-pasih-andus-smoke-beach-041

Smoke Bay – Pasih Andus

Karena waktu masih pagi (10:45 WITA) dan spot udah abis, mas Malki nawarin kita apa mau ke Tembeling aja? kan udah ngga capek jadi jalan lagi kalo mau. Ya udah lah daripada waktu masih ada, sayang kan kalo tawaran disia-siakan.

tembeling

Kolam atas di Tembeling

45 menitan perjalanan dari Pasih Andus menuju Tembeling melewati jalan kecil membelah bukit. Jalannya betul-betul kecil cuma sekitar 80cm an. Ditembeling bayar 5rb untuk parkir. Untungnya kita naik motor jadi bisa masuk sekitar 500 meteran lagi kedalam. Kalo naik mobil berhentinya di pos penjagaan dan harus jalan kaki karena jalannya cuma cukup buat motor saja, itu aja kalo ada motor dari sisi sebaliknya salah satu harus berhenti kalo ngga bakal tabrakan.

jalan-ketembeling-nusa-penida

Jalan motor yang sempit dan jalan kaki dengan tangga yang tinggi

Dari parkiran motor jalan lagi turun. Akhirnya sampe juga di kolam yang pertama. Kolam pertama ini cukup besar dan konon katanya cukup dalam, sekitar 20 meter. Dibawah masih ada 1 kolam lagi yang lebih kecil, cuma kita ngga kesana karena takut ngga bisa naik kehabisan waktu. Pukul 12:30 WITA kita balik ke Losmen untuk siap-siap lanjut ke Lembongan.

Setelah makan siang dan beres-beres segera kita cari mas Malki untuk mencarikan kapal publik menuju Lembongan. Lagi lagi kita kurang beruntung, mungkin karena sudah siang jadi yang mau nyeberang ke Lembongan udah dikit. Kurang lebih 15 menit menunggu akhirnya kita dipanggil oleh mas Malki untuk naik kapal.

Kita heran aja karena penumpangnya kok dikit amat cuma5 orang, lha pas naik ternyata itu kapal carteran dan kami diminta urunan 50rb/orang OMG. Karena kita cuma bisa kasih 20rb/orang sesuai harga publik boat akhirnya kita disuruh keluar balik ke pantai. Mas Malki sempat heran juga karena kita balik lagi, jadi ceritanya diusir sama tukang perahu 😀

Akhir kisah, sekitar 40 menit kita menunggu harap-harap cemas mas Malki akhirnya berhasil mendapatkan tumpangan buat kita. Meski kapal cuma isi 6 tapi mau juga dibayar sesuai harga publik pada umumnya. Thanks mas Malki you’re our hero hahahaha…..

guide-nusa-penida

Saya dan mas Malki ( pake topi )

Beberapa info tembahan:

  1. Usahakan bermalam disekitaran Toya Pakeh, karena Nusa Penida bila malam hari adalah pulau mati tanpa hiburan dan cafe. Tempat penjual makanan hanya ada diseputaran dermaga, itu saja sangat terbatas.
  2. Bila waktu terbatas sebaiknya memakai guide agar dapat menjangkau semua lokasi tanpa harus kehilangan waktu. Hampir semua lokasi petunjuknya hanya dititik-titik tertentu saja, sedangkan penduduk lokal jarang ditemui. Sedangkan bila memakai GPS signal nyala mati.
  3. Untuk urusan bensin, SPBU hanya ada 2 saja diantara Toya Pakeh dan Sampalan sedangkan sisanya kita hanya bisa membeli eceran dari penduduk setempat dengan harga16rb/2 liter atau malah 18rb/2 liter bila semakin ke timur.
  4. Jangan beli bensin sebelum tangki kosong / setengah, karena di eceran hanya menjual bensin per 2 liter. (Bisa jadi kenyataanya ngga sampe 2 liter).
  5. Harga sewa motor berkisar antara 60rb-75rb/hari.
  6. Losmen Tenang bisa kontak Mba Siti WA/HP +62 878-6109-8228. Untuk guide dan sewa motor mas Malki WA/HP +62 877-6126-7713
  7. Lokasi wisata di Penida terbagi atas timur dan barat. Lokasi timur : Pura Goa Giri Putri, Pantai Atuh, Pantai Suwehan, Bukit Teletubies, Guyangan dan Tembeling. Semua lokasi di timur (kecuali bukit teletubies) memerlukan fisik yang kuat karena harus jalan naik turun dengan kondisi anak tangga yang cukup tinggi (sekitar 30-40cm/anak tangga)
  8. Lokasi dibarat adalah Pasih Uug (Broken Beach), Angel Bilabong, Pasih Andus (Smoke Beach), Karang Dawa (kelingking) dan Crystal Bay. Untuk lokasi dibarat tidak memerlukan fisik karena dari motor tinggal jalan kaki beberapa meter saja. Masih ada beberapa lokasi lainya seperti Manta Bay, Hidden Beach dan beberapa pura seperti Pura Puncak Mundi yang berada tepat ditengah pulau atau Pura mobil. Tetapi biasanya untuk memasuki pura kita diharuskan memakai pakaian adat atau sewa pakaian disana.
  9. Untuk menyeberang ke Lembongan yang paling umum tujuannya adalah ke jembatan kuning dan secara teori biasanya tiap jam ada hingga sore pukul 15:00 an. Tetapi pada kenyataannya disaat-saat sepi penumpang bisa saja kapal berangkatnya baru beberapa jam dan seperti kami yang akhirnya menumpang entah kapal apa, kaerna kami lihat beberapa kapal hilir mudik seperti membawa tetangga atau teman sendiri. Tapi kalo mendesak bisa juga carter perahu 150-200rb setiap saat bisa berangkat.
  10. Lebih baik bawa uang cash agak banyak untuk keadaan darurat, karena di Penida hanya ada ATM BRI saja yang terletak persis didepan pelabuhan Toya Pakeh.
  11. Mohon maaf kalo ada yang kurang dan salah, jangan ragu untuk kasih komen dibawah ya agar dapat lebih sempurna blognya 🙂
  12. Jangan lupa follow Instagram @rodadanroti untuk mengikuti foto-foto perjalanan kami secara lengkap.

 cover model3A

iklan-dendeng-wp

tiger air

ShopBack

Iklan

9 thoughts on “Nusa Penida

  1. nice info. btw kalo bawa anak umur 9/10 thn terlalu berat gak buat mereka untuk menempuh tempat wisatanya terutama diwilayah timur? thanks

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s