5. Movie Town, Bullet Train – Hai Kou Hainan

Ini adalah hari terakhir dari seluruh rangkaian tour yang ada sebelum nanti malam kami kembali ke Indonesia. Setelah breakfast di hotel Oscar kami segera menuju ke destinasi pertama yaitu kota tua yang ada di Hai Kou ini.

Sudut kota tua

Cuma sebentar sih kesininya, lha masih pagi dan ngga ada apa-apanya. cuma berfoto dengan patung rickshaw yang ada di tepi jalan, setelah itu kita lanjut lagi. Nah ini yang saya ngga tau dibawa kemana oleh guide dan leader, tetapi yang penting lokasi ini lumayan instagramable 😀 artinya cukup banyak sudut lokasi yang bisa untuk foto-fotoan.

Tempat tak bernama karena kami ngga tau dimana ini

Dari situ kami lanjut menuju salah satu tujuan lokasi wisata yang menurut saya cukup menarik selain Nanshan Buddhist Culture Garden dihari kedua kemarin. Movie Town, disini kami dapat melakukan foto-fotoan dengan latar belakang kota china pada jaman dahulu.

Terdapat dua blok kota dimana yang kiri adalah  kota kuno model jaman kungfu. Disini kita bisa berfoto dengan rumah-rumah yang berdinding kayu dan berlantaikan batu-batu besar.

Blok kiri dengan setting lebih kuno

Sedangkan di blok kota yang kanan dengan kondisi yang lebih modern seperti background film kabut cinta dimana sudah terdapat mobil dan bar.

Blok kanan Movie Town yang lebih modern

Dikedua blok tersebut kita bisa foto ala jaman dulu dengan background yang telah disetting seperti aslinya plus figuran sebagai pelengkapnya. Nantinya kita akan di foto sebanyak 2 kali dimana hasil foto bisa kita tebus langsung dengan membayar RMB20. Tapi jangan kuatir bagi yang ngga mau beli pun kita bisa mendapat foto secara gratis meski dapatnya hanya ukuran kecil. Jadi jangan sampai ngga antri ya.

Foto kiri mendapat gratis sedang foto kanan membeli seharga RMB 20

Bagi yang haus dan lapar disini juga ada beberapa cafe yang dapat kita kunjungi untuk sekedar menghilangkan lelah. Ada juga beberapa toko souvenir dan asesoris bila pengen sekedar belanja oleh-oleh.

Oh ya, jangan lupa foto dengan cetakan telapak tangan artis-artis china ya. Ada Jackie Chan, Andy Lau, pebasket Yao Ming dan lainnya yang saya ngga kenal hahaha. Letaknya ada di lorong pintu masuk dibawah baling-baling warna-warni.

Foto Grup dan foto dengan telapak tangan para bintang di China

Rasanya ngga perlu banyak cerita di Movie Town ini karena lebih banyak fotonya. Dari Movie Town ini kami langsung menuju ke Stasiun Hai Kou Dong Railway Station untuk merasakan naik bullet train, yaitu kereta api cepat yang ada di china dimana kecepatan maksimalnya 300km/jam. Dari Hai Kou tujuan kami adalah kota Qiong Hai yang  merupakan kota terbesar ketiga di Hainan dengan durasi tempuh 40 menit.

Suasana di station sebelum masuk kereta

Ternyata untuk naik bullet train aturan mainnya sama persis dengan masuk masuk bandara dimana di pintu pertama kami harus menunjukkan paspor dan tiket yang sudah dibeli, setelah itu semua barang masuk scanning seperti yang dibandara persis. Barulah kami bisa masuk  ruang tunggu. Disini kami menunggu sekitar 1 jam, pertama memang sengaja agar tidak ketinggalan kereta dan kedua agar bus yang kami tumpangi bisa lebih dulu sampai di Qiong Hai. Jadi intinya kami ini naik train agar bisa merasakan bagaimana rasanya naik bullet train yang super cepat itu, sedangkan bus kami berjalan dahulu dan saat tiba di kota tujuan kami kembali bersama-sama naik bus yang sama.

Setelah menunggu sekitar 1 jam barulah kami diperbolehkan masuk ruang boarding. Awalnya sih sebenarnya pengen berfoto dengan lokomotif bullet train, tapi ternyata kata guide tidak bisa karena waktu masuk sangat cepat hanya sekitar 1 menit saja. Entah kenapa tapi tiba-tiba grup kami yang 35 orang ini mendapat tempat yang special dimana kami bisa boarding duluan dibandingkan penumpang umum lainnya. Jadilah saat mau memasuki kereta, kami dari grup heboh berlari secepat mungkin secara bergantian berdiri disebelah lokomotif untuk foto dengan lokomotif bullet train ini hahaha 😀 😀 😀 setelah kami masuk barulah penumpang umum memasuki gerbong. Ngga nyangka aja sih kami beruntung karena tata caranya diluar skenario yang ada.

Antara harapan dan kenyataan

Saat kami naik kecepatan maksimal yang ada hanya 250km/jam, karena Hau Kou – Qiong Hai ngga terlalu jauh. Tepat 40 menit kami sampai di Qiong Hai dan kami melanjutkan perjalanan b\kembali ke Sanya untuk makan malam sebelum balik ke Bandara Phoenix International Airport.

Tetapi karena waktu masih sore sedangkan pesawat baru berangkat pukul 00:10 terpaksa kami bersantai dulu di sebuah mall untuk sekedar mendinginkan badan mencari AC dan membeli oleh-oleh bila masih mau. Cara ini dilakukan karena di Bandara Phoenix ngga ada AC-nya di ruang tunggunya, sedangkan imigrasi baru buka 90 menit sebelum pesawat take off.

Untunglah semua berjalan lancar sehingga tepat pukul 00:10 kami semua meninggalkan Hainan dengan sejuta kenangan manis. Pukul 4:30 WIB kami semua tiba di Jakarta kembali.

Semoga review ini dapat memberikan bayangan apa aja tujuan wisata di Hainan dan betapa murahnya tour ke Hainan ini antara harga dan apa yang kita dapat.

Bagi yang pengen punya pengalaman seperti saya ikut tour Harga Kaki Lima Rasa Bintang Lima bisa hubungi saya WA 0812.350.9232 dijamin bakal ngga nyesel deh.

Jangan lupa follow Instagram saya ya untuk melihat foto-foto secara lebih lengkap di Hainan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s