Brunei City Tour

Kalau saya kilas balik, setiap saya ke China itu selalu dadakan, harga yang murah dan selalu ikut tour. Saya pertama ke China tahun 2005 dimana hanya membayar setengah harga karena dibayari seseorang yang sedang baik hati. Tahun 2017 saya pun pergi ke Hainan China dengan harga yang tidak masuk akal murahnya. Rekornya sekarang dimana saya pergi ke Hunan China  selama 9 hari dengan biaya yang sangat minimal karena mendapat undangan famtrip (tournya para travel agen) pada tour perdana. Tour ini pun mendapat bonus Brunei City Tour karena menggunakan pesawat Royal Brunei. Peserta tour kali ini terdiri dari 17 travel agen pilihan dari seluruh Indonesia dan saya cukup beruntung karena bisa ikut dengan rombongan ini.

HARI PERTAMA

Karena pesawat berangkat pukul 6 pagi maka kami pun harus sudah tiba di T3 Ultimate Soekarno Hatta pukul 3.30. Dengan wajah masih mengantuk tetapi semangat kami hadir di sana hahahaha. Pesawat Royal Brunei take off tepat waktu pukul 06.15. Karena layanannya full service tentu saja kami mendapat jatah sarapan diatas pesawat dong.

Menu makanan di Royal Brunei

Menu selalu ada dua macam dan kebetulan saya memilih mihun daging. Oh ya bagi yang muslim jangan kuatir ya karena Royal Brunei ini adalah pesawat muslim dimana sebelum berangkat doanya secara Islam dan Brunei ini sendiri adalah Negara Islam jadi pasti makanan yang disajikan adalah halal. Selama di pesawat kami bisa menonton aneka macam film atau mendengarkan music.

Suasana di dalam pesawat

Tiba di Bandar Seri Begawan Brunei tepat pukul 9.45 waktu setempat. Waktu di Brunei maju satu jam dari WIB ya. Setelah keluar imigrasi dan di depan bandara ternyata guide kami sudah ready untuk mengantar kami keliling Brunei. Ashiap kita berangkat.

Brunei Airport

Tujuan pertama adalah ke masjid Jame’Asr Hassanil Bolkiah nih Masjid bagus banget lho, meski ngga sebesar Masjid Agung yang di Surabaya tapi kubahnya berlapiskan emas murni. Masjid ini merupakan wakaf dari Sultan Hassanal Bolkiah dan merupakan Masjid terbesar saat ini yang dapat menampung 5000 jamaah. Uniknya diatas Masjid terdapat 29 kubah dimana melambangkan 29 sultan yang ada selama ini.

Masjid Jame’Asr Hassanil Bolkiah dengan 29 buah kubah berlapis emas

Kami berkeliling melihat keindahan ini Masjid. Untuk wanita dan pria yang memakai celana pendek di haruskan menggunakan jubah khusus yang sudah di sediakan secara free. Sayang kami tidak di perbolehkan mengambil gambar didalam ruang utama, tetapi saya sempat masuk ruang wudhu dimana airnya sudah memakai system sensor. Jadi tinggal duduk air keluar sendiri saat tangan membasuh.

Masjid ini cukup unik karena ada satu escalator yang hanya boleh digunakan untuk Sultan dan keluarga kerajaan saja, sedangkan umat biasa harus menggunakan tangga. Mau ngerasain naik eskalator ini? Jadi anak sultan dulu dong hehehe……

Baju untuk penutup, tempat wudhu, eskalator sultan dan taman depan

Ngga kerasa hari sudah siang dan waktunya jam lapar nasional. Makan dulu cuy. Seperti biasa, menu makanan grup tour konsorsium ini enak enak. Lihat saja fotonya di bawah ini ya.

Menu makan siang di Brunei Tour

Setelah makan kami jalan menuju ke The Mall yang katanya merupakan Mall terbesar di Bandar Seri Begawan ini. Its free time, kami bisa cuci mata atau sekedar menghabiskan waktu di sini. Saat ini mata uang Brunei sama persis dengan Singapore Dolar jadi kamu ngga perlu bingung mencari money changer, cukup bawa saja SGD dan bisa dibelanjakan di seluruh Brunei.

The Mall Brunei

 

Tujuan berikutnya foto didepan Istana Sultan yaitu Istana Nurul Iman. Ngga bisa masuk ya, cuma foto stop aja. Namanya saja istana tentu ngga semua orang boleh masuk. Jadi kami cuma foto-fotoan didepan gerbang istananya saja.

Istana Nurul Iman Brunei

Dari Istana Nurul Iman perjalanan dilanjutkan ke Museum Alat Kebesaran Diraja. Museum ini menceritakan silsilah Sultan Hassanal Bolkiah, foto-foto masa kecil Sultan, perjalanan pendidikannya hingga sekarang setelah menjadi Sultan yang ke 29. Terdapat juga aneka cenderamata pemberian negara-negara sahabat termasuk dari Indonesia. Kamu harus melihat tahta Sultan berlapis emas yang terdapat didalam ruang kaca. Sayang di museum ini kita tidak diperbolehkan membawa camera ataupun HP. Kami cukup berfoto di lobby depan saja, disini terdapat kereta kencana. Lucunya kereta kencana ini sudah mengalami sentuhan modernisasi. Kalo dulu di angkat sekarang sudah ada rodanya dan tampak ada kisi-kisi AC di depan lantai dibawah tempat duduk sultan hehe.

Tampak lobby museum, sayang dalamnya tidak boleh foto

Selepas dari museum kami mampir ke pasar malam Gadong. Pasar malam ini buka mulai pukul 16. Terdapat berbagai makanan tradisional disini. Makanan yang di jual hampir sama dengan Indonesia. Kalau boleh saya bilang malah lebih enak Indonesia dari segi rasa. Cuma penamaan kiosnya ada beberapa yang unik menurut saya. Lihat saja foto dibawah ini ya.

Pasar malam Gadong dengan aneka jajanan
Nah siapa mau coba kue buatan babu cantik?

Sekedar info tentang Brunei:

  • Brunei cukup teratur, disini tidak ada sepeda motor karena mobil sangat murah harganya karena tidak ada pajak. Jalanan cukup sepi dan teratur, kamu tidak bakal takut tertabrak karena para pengemudi cukup sopan dan mendahulukan penyebrang jalan.
  • Meski Brunei negara muslim, tetapi saya melihat ada depot yang menjual masakan babi di beberapa tempat. Jadi bagi kamu yang muslim sebaiknya pastikan dulu apakah depot yang kamu singgahi menjual makanan halal yah.
  • Penduduk Brunei cukup beruntung karena fasilitas kesehatan sangat murah. Mereka hanya membayar 1 Dolar bila masuk rumah sakit. Itu sudah termasuk biaya inap dan obat.
  • Sekolah cukup membayar 33 Dolar per orang.
  • Di Brunei tidak ada taxi dan kendaraan umum karena semua orang mempunyai mobil sendiri.
  • Bangunan yang ada semuanya harus lebih rendah dari atap Masjid sehingga kalo kamu lihat maka rata rata tinggi bangunan hanya sekitar 4 lantai saja.
  • Bahan bakar sangat murah, di Brunei semua SPBU milik Shell. Ini dikarenakan Shell mempunyai sejarah cukup panjang dengan kesultanan Brunei.
  • Bagi perokok yang singgah di Brunei pasti ngga kerasan hehehe karena di Brunei menerapkan larangan merokok yang sangat ketat. Bahkan bisa dibilang merokok sama saja dengan menghisap ganja. Jadi bagi kamu yang merokok sebaiknya tidak merokok di Brunei atau terkena denda yang cukup tinggi.

Waktunya meninggalkan Brunei karena harus kembali ke bandara untuk melanjutkan perjalanan menuju Changsa. Karena penerbangan lanjutan maka bagasi tidak keluar, hanya orangnya saja yang keluar. Penerbangan kami berikutnya pukul 19.40. Selamat tinggal Brunei sampai jumpa 9 hari kedepan kami akan transit kembali.

Fasiltas di Bandara:

  • Terdapat free wifi yang cukup cepat, cuma sayangnya fasilitas free wifi hanya berlaku 1 jam saja per ponsel per hari.
  • Terdapat ruang mandi bagi kamu yang transit cukup lama. Letaknya di lantai bawah di ruang boarding. Kamu cukup mencari tangga putar yang turun kebawah yang kalau naik ke atas menuju lounge. Disini terdapat toilet dengan 3 kamar mandi shower, sayang tidak ada air hangat ya.
  • Terdapat alat water tap air minum dengan pilihan dingin dan panas didalam ruang boarding

Tunggu lanjutan ceritanya di hari kedua ya………….. yuk langsung klik

Klik for info – blog diatas menceritakan perjalanan Hunan Tour
klik for info
klik for info
klik for info

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *