Fenghuang The Phoenix City – Hunan China

Matahari sudah mengintip dari balik gorden, pemandangan dari balik jendela adalah mall diseberang hotel tempat saya kemarin malam cuci mata. Tiba-tiba terdengar morning call otomatis dari telpon kamar. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Segera saja saya bersiap-siap mandi dan beres-beres koper karena hari ini kami akan melanjutkan perjalanan menuju kota tua Fenghuang.

Pemandangan dari jendela hotel. Mall di seberang hotel

HARI KE TIGA

Tepat pukul 9 semua sudah berada di dalam bus dan kami pun berangkat menuju Fenghuang. Lagi-lagi perjalanan santai. Perjalanan ini memerlukan waktu sekitar 5 jam. Aturan menyetir di China sangat ketat dimana pengemudi harus berhenti istirahat selama 20 menit apabila sudah mengemudi selama 4 jam. Sehingga ditengah jalan kami  berhenti di SPBU untuk memberi waktu sopir beristirahat sekaligus waktunya toilet time hehe. Sekedar info, rata-rata toilet di China sudah mengalami perbaikan jauh lebih baik. Toiletnya bersih dan tidak bau karena ada petugas yang menjaga. Cuma ada kemungkinan karena kebudayaan orang tua yang masih susah di rubah sehingga ada beberapa pengguna toilet yang masih susah diajak bersih seperti buang air besar tidak di siram dan buang air kecil yang berceceran.

Toilet di peristirahatan

Sekedar belajar sejarah ya. Tempat kami pergi ini adalah propinsi Hunan dimana Hunan ini adalah tempat kelahiran bapak pendiri RRT yaitu Mao Zedong yang dilahirkan di kota Shaoshan pada tahun 1893. Sedangkan Fenghuang ini mempunyai julukan kota phoenix. Banyak legenda tentang kenapa kota Fenghuang ini disebut sebagai kota Phoenix salah satunya pada jaman dulu ada sepasang burung phoenix (Feng burung phoenix jantan dan Huang burung phoenix betina) yang sedang mencari sarang. Mereka akhirnya tinggal di kota Fenghuang ini karena terpesona dengan keindahan tempat ini.

Lebih dari setengah penduduk Fenghuang adalah suku Miao yang merupakan suku minoritas di Tiongkok. Keunikan suku Miao ini mereka sangat suka dengan perak, bahkan melebihi emas sehingga pada saat pernikahan di suku Miao bukan menggunakan mas kawin tetapi perak kawin hehehe. Kalau boleh di bilang nenek moyang suku miao ini sama dengan suku Toraja di Indonesia. Mereka sama sama menggunakan baju hitam dengan asesoris berwarna warni dan mempunyai kekuatan supranatural bisa membangkitkan orang mati. Jadi dimana pun suku Miao meninggal maka jenazahnya bisa dipanggil pulang oleh ketua sukunya yang sakti sehingga mereka bisa dikubur di kampung halamannya. Mungkin film-film mandarin dengan tema mayat hidup terinsprasi dengan ritual suku Miao ini.

Kota Fenghuang sendiri terletak di sepanjang aliran sungai Tuojiang atau guantou. Atas keindahan dan kekayaan sejarahnya, Fenghuang tercatat sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2008 silam.

Menu makan siang kami

Saat makan siang kami akhirnya tiba juga di Feng Ting International Hotel. Setelah memasukkan koper ke dalam kamar kami langsung keluar lagi untuk makan siang di resto disamping hotel persis.

Feng Ting Hotel di Fenghuang

Setelah makan siang masih ada kesempatan untuk bersih-bersih diri alias mandi dan anti baju santai.  Pukul 17 kami semua siap jalan kaki menuju Fenghuang Ancient City atau pusat kota tua Fenghuang.

Bila kamu berjalan kearah pusat kota maka tampak diseberang sungai adalah kota tua yang asli sedangkan disisi satunya adalah kota yang baru dibuat. Disepanjang sungai kami dapat berfoto dengan berbagai macam aneka latar belakang. Terdapat beberapa jembatan yang menghubungkan antara kedua sisi, tetapi jembatan yang betul-betul kuno hanya jembatan  yang paling jauh yang disebut sebagai Rainbow Bridge.

Fenghuang di waktu sore. Seberang sungai adalah kota abad 16

Semakin malam pusat kota semakin ramai pengunjung. Aneka jajanan dan restaurant mulai ramai. Terdapat satu dua diskotik disepanjang jalan. Salah satu  keunikan yang saya sempat lihat adalah ada beberapa restaurant yang mempunyai kandang hewan didepan restonya. Jadi saat ada yang memesan barulah hewan itu diambil. Btw saat ini di Hunan matahari terbenam baru pukul 19 sehingga setelah makan malam  matahari baru mulai kembali keperaduannya.

Setelah makan malam mulailah kami hunting foto. Rasanya keindahan kota tua Fenghuang ini tidak bisa hanya dinikmati melalui foto saja karena bila kamu berada disini langsung keindahan itu akan membekas di dalam memori hingga kapan pun.

Fenghuang at night

Waktu sudah menunjukkan pukul 22 dan saya dengan sedih harus kembali ke hotel karena besok masih harus melanjutkan perjalanan lagi. Padahal keindahan kota Fenghuang ini semakin malam semakin menarik.

Aneka jajanan, bar dan hewan yang siap di sajikan didepan resto

Saya istirahat dulu, balik hotel mandi dan tidur……………….. simak cerita di hari ke empat yah

View this post on Instagram

Lebih dari setengah penduduk Fenghuang adalah suku Miao yang merupakan suku minoritas di Tiongkok. Keunikan suku Miao ini mereka sangat suka dengan perak, bahkan melebihi emas sehingga pada saat pernikahan di suku Miao bukan menggunakan mas kawin tetapi perak kawin hehehe. Kalau boleh di bilang nenek moyang suku miao ini sama dengan suku Toraja di Indonesia. Mereka sama sama menggunakan baju hitam dengan asesoris berwarna warni dan mempunyai kekuatan supranatural bisa membangkitkan orang mati. Jadi dimana pun suku Miao meninggal maka jenazahnya bisa dipanggil pulang oleh ketua sukunya yang sakti sehingga mereka bisa dikubur di kampung halamannya. Mungkin film-film mandarin dengan tema mayat hidup terinsprasi dengan ritual suku Miao ini. Baca cerita lengkapnya di www.rodadanroti.com #hunantour #hunan #chinatour #travelagen #familytrip #liburanmurah #travelblog #travelblogger #photooftheday #bestpic #familyphotography #igtravel #ig_travel #travelgram #instatravel #instastory #chinastory #traveltheworldwithme #traveltheworld #likeforlike #tourmurah #toursale #promotour #toursubsidi #travel2china #visitchina #chinatrips #discoverchina #instachina #fenghuang

A post shared by Roda dan Roti Travel Blog (@rodadanroti) on

Klik for info
klik for info
klik for info
klik for info

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *