Gereja Ayam Bukit Rhema – Magelang

Gereja Ayam, sudah banyak cerita mengenai tempat ini tapi baru sekarang saya bisa berkunjung ke sana. Mungkin ada baiknya saya agak terlambat, konon jaman dulu akses menuju kesana cukup susah, selain lokasi yang agak tersembunyi juga belum dikelola secara baik. Beda dengan sekarang, di ujung jalan udah ada gapura bertuliskan Gereja Ayam Bukit Rhema, udah gitu lokasi parkir , akses jalan hingga didalam gereja ayam semuanya dikelola dengan baik.

Pasti pada bertanya tanya ya? Gereja ayam tuh apaan? Nah dari yang saya dengar sih Gereja ayam ini dulunya milik seseorang yang mendapat “wangsit” dimana beliau bermimpi mendapat petunjuk agar membangun sebuah rumah doa bagi segala bangsa. Maka dibelilah sepetak tanah di Bukit Menoreh ini. Pada tahun 2000 pemilik bangunan kehabisan modal dan mangkraklah Gereja ini.

Sebenarnya bentuk yang diinginkan bukanlah ayam tapi merpati 😀 tapi ya emang beda tipislah bentuk ayam mengeram dan merpati mengeram hahaha jadilah sekarang yang terkenal dengan sebutan Gereja Ayam.

Nah laporan pandangan matanya begini. Setelah memasuki gapura, jalan yang ada tidak terlalu besar. Hanya cukup bagi 2 mobil saja seperti jalan desa pada umumnya. Setelah berjalan sekitar 500 meter-an tampak disebelah kanan tempat parkiran mobil yang cukup tertata baik ber-fasilitas-kan atap alakadarnya untuk mobil-mobil yang hendak parkir.

Dari lokasi parkir ini kamu-kamu harus jalan kaki untuk bisa menuju ke lokasi Gereja Ayam. Bagi yang ngga terbiasa jalan sih emang bisa bikin napas ngos-ngosan tapi kalo kalian udah biasa jalan atau mendaki rasanya ngga masalah, tapi bagi yang bermasalah dengan napas pendek atau lansia sekarang udah ada solusinya. Sudah tersedia fasilitas antar jemput pake jeep hardtop, cukup bayar 7rb/orang udah bisa sampe depan gereja ayam tanpa harus ngos-ngosan.

Jalan menuju gereja ayam, jeep yang mengantar wisatawan dan loket

Untuk tiket masuk Gereja Ayam ini kita dipungut biaya 15rb/orang yang dibayar saat perjalanan menuju atas. Tiket ini jangan dibuang ya, karena bisa ditukar dengan singkong goreng dilantai dua bangunan ekor.

Pintu masuk ada disebelah kiri bangunan, begitu kita masuk langsung terlihat isi perut ayam yang sangat luas 😀 .Didalam ruang perut saat ini digunakan sebagai tempat pameran foto sejarah pembangunan gereja ayam dan berbagai kegiatan yang dilakukan di gereja ayam ini. Bagi yang capai abis jalan, terdapat juga deretan kursi disebelah ekor. Disana kalian bisa santai sejenak sambil menikmati hawa sejuk didalam perut ayam.

Foto atas: dengan latar belakang sisi ekor Foto bawah: dengan latar belakang sisi kepala

Bagian ekor terdiri dari 3 lantai. Lantai ke dua terdapat semacam cafe dengan terasan di kiri dan kanan untuk bersantai dan melihat pemandangan. Sedangkan di lantai 3 inilah kita bisa menukar karcis masuk dengan pohong goreng secara gratis. Terdapat juga aneka gorengan lainnya dikios, tetapi berbayar. Dari lantai 3 ini kita bisa melihat kiri kanan bangunan secara utuh. Rasanya bangunan tiga tingkat ini merupakan bangunan baru bukan bangunan asli, dibuat agar wisatawan bisa lebih leluasa. Bagi yang hendak buang air, toilet tersedia di lantai dasar dekat tangga.

Tiket yang bisa ditukar singkong goreng

Saatnya menuju ke bagian depan atau bagian kepala. Untuk naik ke kepala kalian harus kembali melewati ruang utama dulu baru naik tangga menuju ruang leher. Disepanjang ruang leher terdapat lukisan mural tentang berbagai macam hal. Dari ruang ini naik satu tingkat lagi juga sama cuma lebih kecil. Tetapi di ruang ini kita dapat melihat ke luar melalui cendela yang ada. Tahap berikutnya naik satu step lagi. Di lantai ini kita pas berada di dalam kepala ayam dimana kita bisa melihat keluar dari paruh yang terbuka. Dilantai inilah tempat antri untuk tujuan akhir yaitu mahkota ayam.

Karena lantai mahkota dibatasi jumlah pengunjungnya, maka oleh petugas dijaga agar tidak terlalu berdesakan. Beruntung saya dapat naik tanpa harus mengantri dan lebih untung lagi saat saya naik beberapa pengunjung yang udah diatas juga udah mau turun, jadilah saya dapat pemandangan private beberapa waktu hehehe…

Dari atas mahkota bila hari cerah, kita bisa melihat candi Borobudur di kejauhan lho.

Sendirian diatas kepala Gereja Ayam

Masih ada satu tempat lagi yang harus kamu kunjungi, yaitu lantai bawah tanah. Pintu masuknya ada dibagian ekor sebelah toilet. Dari sana kamu harus turun melalui tangga. Terdapat banyak ruang-ruang kecil dengan tulisan “ruang doa”. Entah apa gunanya, apakah untuk meditasi ataukah untuk pengakuan dosa, tapi yang jelas ada lebih dari 6 ruang yang berbentuk seperti itu. Kamu juga dapat menuliskan ujub doamu dan menempelkan pada dinding “Wall of Hope” yang sudah disediakan. Karena “Doa mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin” begitu yang tertulis di sebelah wall of hope.

Ruang bawah tanah, wall of hope, Mushola dan Rumah Doa Segala Bangsa

Yang sangat unik, meski nama bangunan ini Gereja Ayam dan terletak di Bukit Rhema, tapi di salah satu ruang terdapat Mushola. Hal ini bisa jadi sesuai dengan tujuan semula si pemilik bangunan yaitu menjadikan bangunan ini sebagai Rumah Doa Bagi Segala Bangsa. Pintu keluar ruang bawah ini bisa ke samping dan keluar melalui sisi samping bangunan.

Bagi yang tadinya naik jeep tapi jeep ngga ada di atas bisa lapor pada penjaga pintu masuk untuk minta dipanggilkan jeep untuk menjemput.

Biaya pengeluaran:
1. Parkir mobil 10rb (Saya naik mobil pribadi)
2. Naik jeep bila ngga kuat jalan 7rb/orang pergi pulang.
3. Tiket masuk 15rb/orang sekali masuk bisa ditukar dengan pohong goreng di lantai 3 ekor ayam 😀

Lokasi Bukit Rhema ini ada di:
Gombong, Kembanglimus, Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah 56553
0823-3003-5288 (entah nomer siapa 😀 )

https://goo.gl/maps/PFDoExp6m1z

Iklan

One thought on “Gereja Ayam Bukit Rhema – Magelang

  1. Ping-balik: Camera House – Magelang | Roda dan Roti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s