Selain pulau Rinca, salah satu lokasi wajib di kepulauan Komodo ini adalah pulau Padar dan kami hampir saja gagal ke pulau nan indah ini. Bakal nyesel se umur-umur saya kalo ngga ke pulau Padar ini.
Jadi ceritanya seminggu sebelum keberangkatan, komodo tour ini sempat tidak berjalan karena angin yang sangat kencang. Bisa pun hanya ke beberapa destinasi yang tidak terlalu jauh, kami pun sudah sempat kuatir karena sudah ada peringatan dari kak Indra selaku pemilik kapal, bahwa bila cuaca tidak memungkinkan maka ke pulau Padar ini akan di tiadakan. OMG bayangin aja, udah jauh jauh ke Labuhan Bajo tapi ngga ke Pulau Padar huhuhuuuu bisa nangis bombay kami.
Memang beberapa kali perjalanan lintas pulau angin sangat kencang, bahkan saat makan siang pun pernah piring dan nasi yang kami pegang sempat terlempar saking kerasnya angin. Apalagi kami makan di dek atas kapal. Sebenarnya adegan ini kalo di ingat-ingat cukup lucu dan membuat kami semua jadi kangen dengan kebersamaan ini.
Untunglah saat kami hoping island ini angin sudah tidak terlalu kencang seperti minggu lalu. Lagi pula kapten mempunyai ide untuk berangkat ke pulau Padar di pagi buta sehingga angin belum terlalu kencang.
Saat subuh dan semua masih tidur, saya tiba-tiba terbangun oleh sedikit kegaduhan di luar kapal. Ternyata ABK udah mulai melepaskan tambatan kapal dan menyalakan mesin untuk melaju ke pulau Padar. Karena masih terlalu pagi maka saya kembali tidur saja.
Sekitar pukul 5 saya kembali terbangun karena beberapa teman sudah berada di luar kamar. Tampak dikejauhan matahari mulai terbit diujung pulau. Bayangin aja, tidur di kapal yang sedang melaju dan saat bangun mendapat suguhan pemandangan yang sangat luar biasa.

Setelah semua bangun, kami segera naik ke atas kapal untuk sarapan. Menu sarapan hari ke dua ini adalah roti panggang, roti tawar, pisang goreng dan buah melon, plus teh hangat atau kopi.

Pukul 7 kami tiba di dermaga pulau Padar. Ternyata udah cukup panas sodara-sodara. Tapi yang penting kami jadi ke pulau Padar nih, biarpun gosong yang penting eksisย hehe ๐
Udah ngga sabaran untuk segera naik ke puncak pulau. Jadi begitu sampai di dermaga mulai deh kita jepret-jepret hahaha. Padahal perjuangan masih jauh. Dari bawah aja pemandangan udah tampak indah apalagi di atasnya.

Daaannnn beneran, untuk mencapai puncak itu semua butuh perjuangan. Ngga cuma puncak pulau, puncak prestasi juga butuh perjuangan wakakakak. Kami yang berangkatnya bersamaan akhirnya mulai semakin berjarak satu sama lain. Tapi ada yang saking semangatnya malah bablas sampai puncak Padar beneran ๐ padahal spot foto cuma ada di 2 titik di 3/4 jalan.

Sekitar hampir 1 jam saya berjalan meniti jalan setapak seperti seekor kura-kura ๐ akhirnya sampai juga ke puncak pulau Padar. Segala lelah dan capai dibayar dengan pemandangan yang sungguh luar biasa. Langit begitu cerah dan biru sayang karena musim kemarau jadinya pulau kering dan kecoklatan, tapi itu tidak membuat pemandangan jadi berkurang indahnya.

Cukup lama juga kami bergantian saling ber foto, sekitar 45 menitan sampai akhirnya oleh guide kami dipanggil untuk segera turun karena jadwal berikutnya sudah menanti.

Dibawah dekat dermaga banyak PKL yang menjajakan berbagai macam asesoris dan patung komodo. Entah berapa harganya karena saya tidak berniat membeli sih.

Bagi kamu yang pengen lihat foto-foto lainnya bisa mampir ke IG saya ya, disana ada banyak foto dokumentasi saya perjalanan seputar kepulauan Komodo ini.
Tujuan berikutnya adalah pantai Pink atau Pink Beach dalam bahasa kerennya, tapi ternyata ada sisi lain dari yang bernama Long Beach yang ternyata jauh lebih indah. Masih pengen tau kelanjutan ceritanya? jangan lupa follow blog saya ya atau yang mau komen ngga dilarang kok.





